Media Informasi Masyarakat

Prof Antara Dituntut 6 Tahun Penjara

Denpasar, Baliglobalnews

Terdakwa Prof. I Nyoman Gde Antara, mantan Rektor Universitas Udayana (Unud) dituntut Jaksa Kejati Bali selama 6 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, pada Selasa (23/1/2024).

Jaksa Penuntut Umum, Dino Kriesmiardi, yang membacakan amar tuntutan didampingi Jaksa Nengah Astawa, Jaksa Mirah Awantara dan Agung Wisnu juga menjatuhi terdakwa dengan hukuman denda Rp300 juta, dan subsider 3 bulan kurungan penjara dalam sidang itu.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara dah dan meyakinkan bersalah Melanggar Pasal 12 huruf e junto pasal 18 ayat 1 huruf A dan B Undang-Undang Tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jounto Pasal 66 Ayat 1 KUHP.  Sehingga menuntut terdakwa selama 6 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda Rp300 juta, dan subsider 3 bulan,” kata Dino.

Pertimbangan memberatkan hakim menuntut terdakwa Antara selama 6 tahun penjara, karena perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang giat-giatnya memberantas segala tindak pidana korupsi, perbuatan terdakwa merusak nama baik Universitas Udayana pada khususnya dan perguruan tinggi pada umumnya, serta terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

“Terdakwa belum pernah dihukum, menjadi tulang punggung keluarga dan keberadaannya dibutuhkan oleh keluarga,” katanya.

Mendengar tuntutan Jaksa tersebut, Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Agus Akhyudi bertanya kepada terdakwa dan kuasa hukumnya apakah mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa. “Karena terdakwa punya hak untuk mengajukan pledoi,” katanya.

Terdakwa memohon kepada Majelis Hakim agar berkoordinasi dengan kuasa hukumnya dalam sidang. “Saya serahkan kepada penasihat hukum yang mulia,” katanya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof I Nyoman Gede Antara, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru seleksi jalur mandiri tahun akademik 2018-2022, oleh Kejati Bali dan diumumkan ke publik pada Senin (13/3/2023).

Dalam perkara ini, Antara menjabat sebagai Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa baru tahun 2018-2022. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan ditemukan adanya penyimpangan dalam pemungutan SPI. (bgn008)24012310

Comments
Loading...