Media Informasi Masyarakat

Pelaku Begal Payudara Di Pupuan-Tabanan Tertangkap, Tersangka Adi Pratama Ternyata Resedivis Pemerkosaan

Tabanan, Baliglobalnews

Unit Reskrim Polsek Pupuan, Polres Tabanan berhasil mengungkap kasus begal payudara pengendara motor atau percobaan perkosaan dengan ancaman kekerasan, di Wilayah Pupuan yang sangat meresahkan.

“Pelaku bernama I Putu Adi Pratama Putra Alias Doni. Modus pelaku memepet korban wanita yang mengendarai motor sendirian, setelah korban terjatuh pelaku mendekati korban langsung meremas payudaranya serta berniat menyetubuhi korban,” kata Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S., Siregar diwakili Kapolsek Pupuan Polres Tabanan AKP I Ketut Agustus Wicaksana Julyawan saat dikonfirmasi di Tabanan, Kamis (3/12/20).

Hasil introgasi petugas, pelaku merupakan narapidana yang baru keluaran LP Tabanan pada bulan Juli 2020 karena mendapatkan asimilasi dalam perkara begal payudara di TKP Wilayah Kediri-Tabanan pada Tahun 2019.

Berdasarkan pendataan, ada 4 laporan dan empat warga menjadi korban yakni inisial Ni Wayan ADS, Ni Wayan WS, Ni KWS dan Ni Made S, semuanya merupakan warga Kecamatan Pupuan.

“Berkat kesigapan Anggota Reskrim dibackup unit Intel dan Sabhara Polsek Pupuan, dalam hitungan jam pelaku dapat ditangkap,” ucap Kapolsek didampingi Kasubbag Humas, dan Kanit Reskrim Polsek Pupuan Aipda I Made Putra Jaya.

Ia menjelaskan, aksi begal payudara wanita dan percobaan pemerkosaan terjadi pada 30 November 2020, sekira pukul 03.45 hingga 04.30 Wita, pelaku membuntuti korban yang sedang mengendarai sepeda motor.

Selanjutnya memepet korban mengakibatkan korban jatuh, setelah korban jatuh pelaku mendekati kemudian memeras payudara korban dan memaksa hendak menyetubuhi korban. Setelah gagal dengan aksi pertamanya pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor dan menyasar korban lainnya sehingga 4 Perempuan muda yang hendak ke pasar menjadi korban ulah bejat si Pelaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan terkait dengan peristiwa tersebut yakni 1 unit sepeda motor N-Max warna merah, sebuah tas selempang warna hitam dan beberapa lembar pakaian.

“Pelaku memaksa perempuan yang bukan Istrinya untuk bersetubuh atau dengan kekerasan memeras payudara korban, sehingga dijerat melanggar Pasal 285 jo 53 KUHP atau 351 (1) jo 65 KUHP,” ucapnya.

Saat ini ditahan di Polsek Pupuan, kasusnya terus didalami Petugas melakukan pemeriksaan terhadap para Saksi dan juga Korban termasuk terduga sebagai Pelaku. (bgn008)20120317

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...