Media Informasi Masyarakat

Kejati Bali Banding, Hukuman Untuk Jerinx SID Belum Beri Efek Jera

Denpasar – Memanas, tarung hukum antara Jaksa Kejati Bali dengan terpidana I Gede Aryastina alias Jerinx SID usai persidangan beberapa waktu yang berlanjut pada upaya banding kedua pihak  ke Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar.

Pihak Kejati Bali langsung tancap gas mengajukan upaya banding atas putusan hakim, karena dibilai belum memberikan efek jera kepada jerinx. Hal itu ditegaskan Kasipenkum Kejati Bali, Luga Harlianto yang menyebut setelah seminggu pikir-pikir, Kejati langsung ajukan banding pada Kamis (26/11/20) lalu Pukul 13.30 Wita.

“Setelah putusan jerinx pekan lalu, Kamis (19/11/20). Kejati langsung banding Kamis kemaren (26/11/20),” ucap Luga.

Upaya banding jaksa dilakukan, mengingat putusan hakim yang hanya menjatuhi hukuman Jerinx SID selama 1 tahun 2 bulan atau 14 bulan, belum memberikan efek jera dan belum memenuhi rasa keadilan dimasyarakat.

Padahal hal yang memberatkan perbuatan jering pads tuntutan jaksa sebelumnya ini telah melukai perasaan dan perjuangan dokter maupun perawat yang bertarung membantu masyarakat melawan covid-19, sehingga jaksa menjatuhi tuntutan sebelumhya 3 tahun penjara. Namun, hakim memberi keringanan hukuman.

“Pertimbangan ini lah yang membuat jaksa melakukan banding,” ucap Luga singkat.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Bali akhirnya menetapkan status tersangka terhadap Gede Ari Astina atau Jerinx SID dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Ikatan dokter Indonesia (IDI) pada Rabu (12/8/20).

Dalam unggahannya ada kalimat berupa “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19”. (bgn008)20112721

Comments
Loading...