Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Pastikan Pelayanan Keimigrasian Tetap Berjalan

Badung, Baliglobalnews

Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, memastikan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di TPI Bandara Internasional pada Minggu (6/9/2026) tetap berjalan, meskipun erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung berpengaruh terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Muhamad Novyandri menyampaikan pihaknya akan terus memprioritaskan kepastian layanan keimigrasian di tengah dinamika operasional penerbangan. “Kami memahami situasi ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Oleh karena itu, kami langsung melakukan penyesuaian, agar tidak ada penumpang yang dirugikan secara administratif akibat kondisi yang berada di luar kendali mereka,” katanya.

Dia menyatakan pemantauan dilakukan secara intensif terhadap seluruh penerbangan internasional, baik kedatangan maupun keberangkatan, termasuk terhadap potensi keterlambatan (delay) pembatalan (cancelled) maupun pengalihan penerbangan (diversion). “Berdasarkan konfirmasi terakhir dengan otoritas penerbangan, selain penerbangan yang telah disebutkan, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sampai dengan saat ini, belum terdampak secara langsung,” katanya.

Langkah-langkah tersebut merupakan tindaknlanjut arahan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Surat Nomor IMI.8-GR.09.06-045 tanggal 2 September 2026 tentang Optimalisasi Pemeriksaan Imigrasi dalam Kondisi Kahar, khususnya terkait pemantauan intensif terhadap aktivitas penerbangan internasional serta kondisi operasional bandar udara. “Kantor Imigrasi Ngurah Rai akan terus melakukan monitoring secara berkelanjutan dan memastikan pelayanan terkait pemeriksaan keimigrasian tetap menjadi prioritas, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum dalam menghadapi setiap perkembangan kondisi penerbangan,” katanya.

Dia mengakui terdapat satu penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan pesawat Citilink QG500 rute Denpasar-Dili yang membawa 94 penumpang sempat dibatalkan, karena pesawat yang sedianya mengoperasikan rute ini tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, akibat dampak erupsi.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Imigrasi Ngurah Rai telah melakukan penyesuaian data perlintasan terhadap 94 penumpang pada aplikasi perlintasan keimigrasian, sehingga data administrasi keimigrasian sesuai dengan kondisi aktual penerbangan.

Petugas juga telah melakukan pemeriksaan terhadap status izin tinggal seluruh penumpang terdampak, dan sampai dengan laporan ini dibuat, tidak ditemukan adanya penumpang yang mengalami overstay akibat pembatalan penerbangan tersebut. (bgn008)26090609

erupsianakkrakatau
Comments (0)
Add Comment