Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya Kota Denpasar

Denpasar, Baliglobalnews

Guna mendukung upaya pencegahan stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatot Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) pada Selasa (18/8/2026).

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar yang juga Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Jaya Negara mengharapkan keberadaan Dapur Abhipraya Kota Denpasar, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan  gizi yang baik dan berkelanjutan, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan. “Tentu dengan hadirnya  Dapur Kula Abhi Praya Kota Denpasar, harapannya dapat menjadi upaya untuk pencegahan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak di Kota Denpasar,” katanya didampingi Sekretaris I TP Posyandu Ny. Arya Wibawa.

Dia juga mengharapkan Dapur Abhipraya Kota Denpasar juga diharapkan akan menjadi salah satu wadah dalam meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi keluarga yang memiliki balita dan anak yang berisiko mengalami stunting.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menjelaskan, kegiatan peluncuran Dapur Abhipraya Kota Denpasar ini juga dirangkaikan penyaluran bantuan Gerakan Orang Tua Asih Cegah Stunting (Genting) kepada 8 orang anak berisiko stunting yang berasal dari 4 kecamatan di Kota Denpasar. Genting tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.

Acara tersebut juga diisi dengan pemberian bantuan nutrisi dari orangtua asuh dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Denpasar, dengan pola pendampingan satu orangtua asuh untuk satu orang balita berisiko stunting.

Laxmy Saraswati menyebutkan bantuan yang diberikan dalam bentuk uang yang diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan nutrisi balita selama enam bulan. Dengan demikian, setiap balita mendapatkan pendampingan dari satu orangtua asuh secara berkelanjutan selama periode tersebut.

Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kota Denpasar. “Melalui pola orangtua asuh ini diharapkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemkot Denpasar juga menggandeng pihak Poltekkes Kemenkes Denpasar, sebagai mitra strategis dalam memberikan dukungan berbasis pengetahuan dan keilmuan, khususnya dalam aspek kesehatan dan gizi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi kepada keluarga, pendampingan dalam pengolahan makanan bergizi, pemberian informasi mengenai kebutuhan gizi anak, serta penguatan kapasitas kader dan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting. “Lewat program ini, Pemkot Denpasar juga menyediakan edukasi untuk orang tua anak terindikasi stunting, dan program lainnya setiap bulannya,” katanya. (*/bgn003)26081805

dapurabhiprayapemkotdenpasar
Comments (0)
Add Comment