Denpasar, Baliglobalnews
Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar terus memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana yang dibuka Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang menyasar kader PKK tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kota Denpasar tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan penanganan awal serta menghadapi potensi bencana, khususnya dalam skala rumah tangga.
Ny. Arya Wibawa menyampaikan bahwa sosialisasi keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana tahun 2026 merupakan salah satu implementasi program unggulan Pokja IV TP PKK yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan program Pokja IV sesuai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK X. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Denpasar berupaya memberikan acuan bagi Pokja IV PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam menyusun serta mengembangkan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap kader PKK dapat memperoleh pemahaman dan acuan yang lebih baik untuk menyusun program kerja di wilayah masing-masing. Selanjutnya, program tersebut dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan program TP PKK di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut dia, penguatan tersebut dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yakni peningkatan kesehatan, perencanaan sehat dan kesiapsiagaan bencana, serta penguatan kepedulian terhadap lingkungan. Karenanya, materi yang disampaikan para narasumber diharapkan mampu menambah wawasan kader PKK, sehingga program keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan masyarakat. “Penguatan keluarga menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap melalui program ini dapat terwujud keluarga dan masyarakat yang mandiri, peduli terhadap kesehatan, sadar lingkungan, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bentuk bencana, baik bencana di lingkungan rumah tangga maupun bencana alam,” katanya.
Sementara Sekretaris II TP PKK Ni Nyoman Sri Utari mengatakan bahwa peran PKK sangat strategis karena memiliki jejaring yang menjangkau langsung hingga tingkat keluarga melalui kelompok Dasa Wisma. “Kita harus memastikan setiap keluarga di Denpasar memiliki pemahaman tentang risiko bencana di wilayahnya. Melalui program ini, kader PKK diharapkan dapat berperan aktif dalam mendata keluarga rentan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyiapkan kebutuhan dasar dalam kondisi darurat, termasuk tas siaga bencana di rumah,” ujarnya.
Sri Utari menegaskan bahwa sinergi antara TP PKK dengan berbagai pihak, termasuk BPBD dan fasilitas pelayanan kesehatan, menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Selain kesiapsiagaan bencana, penguatan kesehatan keluarga juga menjadi pondasi utama dalam membangun ketangguhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Denpasar diharapkan semakin memperkuat peran kader sebagai penggerak di tengah masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. “Program ini bukan hanya tentang bagaimana kita tanggap ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang sehat dan tangguh dalam menghadapi dampak pascabencana. Melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta kesiapan dukungan sosial di masyarakat, kita berharap warga Denpasar dapat memiliki kemampuan untuk pulih dan bangkit lebih cepat,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Koordinator Pokja IV TP PKK Ny. Wiradana serta undangan lainnya. Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ni Made Yanthi Ari Agustini dari BPBD Provinsi Bali, Noeheri Suwignjo Putra dari TP PKK Kota Denpasar, serta Ayu Paramita Antari selaku psikolog. (*/bgn003)26082110