Tabanan, Baliglobalnews
Persentase Balita stunting di Tabanan tercatat 9,2%, lebih rendah dari target nasional yaitu 14% untuk tahun 2024.
Namun Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, menekankan agar masyarakat tidak lengah dan tetap berusaha agar terjadi penurunan kasus stunting lebih rendah lagi.
“Jika dilihat dari topografi kita, mestinya sedikit sekali ada stunting di Tabanan, karena tidak sulit mencari makanan bergizi di Tabanan, dan bisa kita tekan sampai ke angka 5%. Edukasi bagi pemegang regulasi ini juga penting untuk dimiliki” kata Sanjaya ketika memberikan sambutan dalam pertemuan Penyusunan Regulasi Daerah Penurunan Stunting di Kabupaten Tabanan Tahun 2022 di Warung Taman Alas Permata Sari, Jl. Raya Buruan, Penebel, Tabanan, pada Rabu (20/4).
Bupati menegaskan agar pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, harus menjadi tanggung jawab bersama. “Artinya bersifat lintas sektor dan bukan terpisah di salah satu institusi. Penanggulangan stunting perlu mendapat perhatian lebih dalam lagi, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan,” katanya.
Bupati juga meminta agar sosialisasi dan edukasi tentang stunting di masyarakat perlu terus digalang sebagai langkah menuju tercapainya anak-anak Tabanan bebas stunting.
Stunting, kata Bupati, adalah kondisi gagal tumbuh yang diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, sanitasi yang buruk, gaya hdup yang kurang sehat serta pengaruh faktor sosial ekonomi. Seorang anak sejak dalam kandungan ibu sampai berusia dua tahun atau dalam kurun waktu 1000 hari pertama di kehidupan anak merupakan masa-masa kritis. Di masa ini apabila tidak dilakukan intervensi, maka anak tersebut tidak akan mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Karena itu, tegas Bupati, dibutuhkan komitmen kuat antar-instansi, lembaga dan masyarakat dalam pelaksanaan aksi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Tabanan. “Beberapa waktu lalu, saya tanda tangani MoU dengan universitas yang bergerak di bidang kesehatan yang nantinya bisa membantu kita sosialisasikan stunting ke masyarakat. Apalagi jika bekerjasama dengan PKK yang memiliki program pokok PKK dan salah satu program utamanya ialah pencegahan stunting ini,” katanya.
Bupati Sanjaya mengharapkan dengan terselenggaranya pertemuan tersebut, ke depannya program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pasalnya, generasi yang sehat, cerdas dan unggul adalah tanggung jawab semua. Terlebih dalam Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) salah satunya adalah untuk mencapai Jana Kerthi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan, I Nyoman Susila, mengatakan ada sekitar 2.500 anak yang mengalami stunting, memang kecil angkanya di 9,2 persen tapi jumlahnya sangat banyak. “Jika kita biarkan nantinya akan mengganggu kehidupan generasi penerus kita. Tujuan kita adalah untuk menurunkan angka itu,” katanya.
Susila juga menyampaikan ke depannya tidak akan mengacu pada angka 14% tapi diharapkan berada di angka 6%. “Dengan meredanya Covid, kita sudah harus lebih fokus bergerak dan bekerja untuk mencapai angka 6%,” katanya.
Turut hadir Sekda Tabanan, anggota DPRD, dan OPD terkait. (bgn003)22042003