Media Informasi Masyarakat

Wagub Cok Ace Dukung Penguatan Perlindungan Anak dan Perempuan di Masa Pandemi

Denpasar, Baliglobalnews

Wakil Gubernur Bali,Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mendukung upaya penguatan perlindungan anak dan perempuan di tengah situasi pandemi Covid-19. Dukungan itu disampaikan Wagub Cok Ace dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Wantilan Hotel Hyatt Regency Sanur, Rabu (16/6).

Wagub yang akrab disapa Cok Ace menyebutkan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Dewata. Pandemi Covid-19, kata dia, tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, juga berimbas pada bidang lain seperti ekonomi, sosial hingga keamanan.

Menurut Wagub, di tengah situasi itu, perempuan dan anak adalah kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan. Apa yang disampaikannya itu didasari fakta bahwa makin banyak perempuan dan anak yang harus menanggung beban akibat dampak pandemi Covid-19. Mengikuti pemberitaan yang berkembang di berbagai media, Cok Ace menyebut kelompok perempuan dan anak juga kerap menjadi sasaran tindak kriminal. “Saya berharap rakornas menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya terkait penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ucapnya.

Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) karena telah ikut berpartisipasi dalam program Work From Bali. Dia berharap kegiatan itu membawa angin segar bagi kebangkitan sektor pariwisata Bali.

Sementara Menteri P3A, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyampaikan terima kasih atas sambutan luar biasa dari jajaran Pemprov Bali. Wanita yang akrab disapa Bintang Puspayoga itu mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemulihan Bali yang tengah diupayakan pemerintah. “Kegiatan dilaksanakan dengan pola hybrid, secara offline kami laksanakan di Bali. Sementara provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia mengikuti secara online,” katanya.

Sependapat dengan Wagub Cok Ace, Bintang Puspayoga juga menyinggung pentingnya upaya penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini menurutnya sangat penting karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah kelompok perempuan dan anak. “Perhatian terhadap perempuan dan anak mesti menjadi prioritas karena secara umum berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM,” katanya. Khusus terkait perlindungan anak, dia menekankan agar pemerintah daerah mulai jenjang provinsi hingga kabupaten/kota memperkuat keberadaan Forum Anak. Selain itu, dia kembali mengingatkan lima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI. Lima prioritas itu yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.

Rakornas P3A mengusung tema ‘Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Mewujudkan Indonesia Ramah Perempuan dan Layak Anak’, berlangsung selama 3 hari dari tanggal 16 hingga 18 Juni 2021. Acara offline di Hotel Hyatt Regency Sanur diikuti pejabat di lingkungan Kementerian P3A dan OPD terkait di Pemprov Bali dan  Kabupaten/Kota se-Bali. Pembukaan Rakornas ditandai dengan penyerahan plakat dari Menteri P3A Bintang Puspayoga kepada Wagub Cok Ace dan Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Pembukaan Rakornas P3A juga dihadiri Anggota DPD Dapil Bali AA. Gde Agung. (bgn003)21061613

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...