Suntikan Modal Perumda Sanjayaning Singasana, DPRD Tabanan Minta Evaluasi dan Proposal Jelas
Singasana, Baliglobalnews
DPRD Kabupaten Tabanan menegaskan sikap hati-hati terkait rencana penyuntikan modal bagi Perusahaan Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana. Pihak legislatif mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta pemaparan proposal bisnis yang jelas sebelum melangkah ke pembahasan alokasi anggaran.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa seusai memimpin rapat paripurna dengan agenda utama Penyampaian Pidato Pengantar Bupati terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Gedung DPRD Tabanan pada Rabu (9/9/2026).
Arnawa mengungkapkan bahwa usulan Ranperda penyertaan modal untuk Perumda Sanjayaning Singasana yang merupakan perubahan nama dari Perusahaan umum daerah Dharma Santhika sebetulnya merupakan kelanjutan dari skema permohonan modal masa sebelumnya. Dari total permohonan awal Rp10 miliar, baru terealisasi sekitar Rp4 miliar, sehingga tersisa Rp6 miliar yang kembali dimohonkan.
Meski Ranperda tersebut masuk dalam pembahasan, DPRD Tabanan tidak ingin terburu-buru mengucurkan sisa anggaran tersebut tanpa adanya kajian kinerja yang transparan. “Kami sudah bicara langsung dengan Pak Bupati bahwa kami akan evaluasi betul urusan ini. Sekian tahun Perumda ini berjalan, apa saja yang sudah dihasilkan, bagaimana profitnya, dan lain-lain sebagainya,” ujarnya.
Arnawa menekankan bahwa pihak DPRD Tabanan telah meminta jajaran direksi Perumda Sanjayaning Singasana untuk menyerahkan dokumen proposal resmi sebelum anggaran dapat dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Saya minta proposalnya dulu datang baru kita berbicara anggaran. Kita ingin tahu bentuk proposalnya seperti apa, apakah berupa penyertaan uang tunai atau berbentuk aset, karena kita belum tahu. Semua harus kita pelajari dulu,” katanya.
Pihaknya menyampaikan keputusan mengenai besaran modal yang nantinya disetujui apakah diberikan secara penuh, sebagian, atau dalam bentuk lain akan sangat bergantung pada ketersediaan dan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Tabanan. “Kita lihat kemampuan keuangan daerah seperti apa, apakah diberikan sepenuhnya atau separuh. Yang jelas, tujuan kita adalah memastikan setiap penyertaan modal daerah dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (bgn020)26090915



