Sinergi Anggota DPRD Tabanan Eka Nurcahyadi dan Wabup Dirga Bantu Yatim Piatu Desa Abiantuwung
Tabanan, Baliglobalnews
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat kembali terbukti melalui sinergi kuat antara legislatif dan eksekutif. Pemkab Tabanan bergerak cepat menangani kasus kemanusiaan yang menimpa seorang remaja putra bernama Putu Wahyu Permana beserta dua adiknya asal Banjar Pangkung Nyuling, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri.
Ketiga bersaudara tersebut kini menyandang status yatim piatu setelah sang ayah menyusul sang ibu yang telah lebih dulu berpulang. Saat ini, remaja tersebut harus memikul tanggung jawab besar tinggal bersama kakeknya sambil mengasuh kedua adiknya yang masih kecil di tengah keterbatasan ekonomi.

Informasi mengenai kondisi remaja ini mencuat setelah viral di media sosial. Diketahui, jenazah sang ayah sempat tertahan di RSUD Tabanan, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk melaksanakan upacara pengabenan atau kremasi.

Merespons hal tersebut, Anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi langsung menginisiasi pertemuan keluarga dengan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga pada Jumat (23/1/2026).
Dalam pertemuan penuh empati tersebut, Wabup Dirga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan anak-anak Tabanan kehilangan harapan. “Tidak boleh ada anak di Kabupaten Tabanan yang terabaikan akibat keterbatasan ekonomi atau musibah keluarga. Pemerintah harus hadir sebagai pelindung dan pendamping. Kami pastikan anak-anak ini tidak kehilangan harapan dan masa depan,” ujar Wabup Dirga.
Sebagai solusi nyata, Pemkab Tabanan memfasilitasi seluruh proses kremasi ayah anak-anak tersebut di Krematorium Santha Graha Bedha secara gratis. Langkah ini diambil agar keluarga dapat melaksanakan prosesi keagamaan yang layak tanpa harus terbebani biaya yang besar di tengah kondisi duka.
Sementara Putu Eka Putra Nurcahyadi menekankan bahwa sinergi ini juga mencakup jaminan masa depan bagi ketiga anak tersebut. Dia menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial (Dinsos) Tabanan untuk memastikan pendidikan mereka tidak terputus. “Kami gandeng Dinas Sosial untuk memastikan pendidikan mereka berlanjut. Tidak boleh ada istilah anak telantar. Pendampingan sosial berkelanjutan juga disiapkan untuk memantau kesejahteraan mereka ke depan,” ujarnya.
Eka juga mengapresiasi kepekaan masyarakat di media sosial yang turut menyuarakan kondisi keluarga ini. Menurut dia, respons publik menjadi energi tambahan bagi pemerintah untuk segera hadir melalui tindakan nyata. “Kendati sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan Perbekel, namun respons publik menjadi energi tambahan. Dinas Sosial akan segera berkunjung ke rumah adik-adik kita ini untuk memastikan semua bantuan tepat sasaran,” tandasnya. (*/bgn020)26012502




