Satgas Pasti Tingkatkan Pelindungan Masyarakat Dalam Sistem Keuangan Era Melesatnya Transforma Digital
Denpasar, Baliglobalnews
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) terus memperkuat pelindungan masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan di tengah pesatnya transformasi digital. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono di Denpasar pada Kamis (6/8/2026).
“Kami melakukan upaya, sinergi antar-kementerian atau lembaga, dalam menghadapi aktivitas keuangan ilegal dan penipuan transaksi keuangan (scam) yang semakin kompleks,” katanya.
Dicky menyampaikan Satgas Pasti sebagai forum untuk memperkuat koordinasi, telah menyusun langkah strategis, serta meningkatkan efektivitas penanganan aktivitas keuangan ilegal dan scam yang semakin berkembang.
Menurut Dicky yang juga Dewan Pembina Satgas Pasti, optimalisasi Satgas Pasti menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), deepfake, impersonation, phishing, dan social engineering. “Selain memperluas mandat Satgas Pasti sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), hal ini juga menuntut kami dalam penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, pertukaran data yang aman, serta koordinasi antar pemangku kepentingan yang lebih cepat dan efektif,” katanya.
Dia mengatakan bahwa transformasi digital telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi berkembangnya berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin canggih, terorganisasi, dan lintas yurisdiksi. “Scam bukan hanya persoalan pengaduan konsumen. Scam menggerus kepercayaan publik, mengganggu integritas sistem keuangan, dan melemahkan kredibilitas ekosistem digital. Tidak ada satu institusi pun yang memiliki seluruh kewenangan, data, teknologi, dan instrumen penegakan hukum untuk menanganinya sendiri. Respons kita harus bekerja sebagai satu sistem,” ujarnya. (bgn008)26080613