Media Informasi Masyarakat

Rekomendasi Belum Keluar, Paket Giriasa Terus Diutak-atik

Badung, Bali Global News

Rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati dari Bali yang akan maju pada Pilkada 9 Desember hingga kini belum turun. Termasuk untuk paket Giriasa. Paket petahana yang diajukan oleh DPC PDI Perjuangan Badung kepada DPP melalui DPD Perjuangan Bali itu pun kini mulai digoyang. Ada kasak-kusuk untuk memunculkan paket selain Giriasa (Nyoman Giri Prasta – Ketut Suiasa). Paket yang digadang-gadang yakni Giri Prasta-Parwata, Giri Prasta-Satria, Giri Prasta-Anom Gumanti.

Ada penilaian kader PDI Perjuangan, apalagi yang senior, tidak mudah untuk mendapat jabatan. Sementara Ketut Suiasa yang begitu masuk PDI Perjuangan sudah mendapat posisi istimewa, langsung menjadi wakil bupati. Setelah itu barulah dia menjadi kader dengan sejumlah jabatan strategis. Karena itulah, banyak yang merasa tidak cocok, sehingga menimbulkan riak-riak dalam pencalonan pada Pilkada 2020 mendatang.

I Wayan Sandra dan I Nyoman Satria Kader Senior PDI Perjuangan Kabupaten Badung.

”Kader yang sudah berkeringat darah saja tidak mendapat kesempatan ini. Sebaliknya, Suiasa yang menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Badung 2010-2015 dan baru saja bergabung ke PDIP sudah mendapat tempat istimewa. Berlanjut lagi,” kata seorang kader dengan nada khawatir.

Terhadap riak-riak tersebut, kader senior, I Wayan Sandra, bersuara keras. ”Kalau ada yang belum puas, harusnya ngomong sebelumnya. PDI Perjuangan sudah sepakat untuk mengajukan Giriasa, hentikan kocok-kocokan ini,” katanya ketika ditemui sebelum rapat Bangar di Gedung DPRD Badung.

Dia menilai paket Giriasa sudah terbukti lima tahun memimpin Badung. ”Apa ada yang bilang Giriasa yang baik dan sukses, ganti. Itu pola pikir apa. Maka, jangan bikin  kocok-kocokan lagi,” katanya.

Dia pun mempertanyakan kalau ada yang membedakan kader senior dan kader baru. ”Giriasa kader terbaik. Bapak Suiasa kader PDIP,” katanya.

Dia mengajak semua kader untuk menunggu keputusan DPP. ”Kalau jantan, tunjukkan diri sebelum partai mengajukan calon. Hormati keputusan partai,” katanya.

I Nyoman Satria ketika dimintai tanggapan Namanya disebutkan lebih pas mendampingi Giriasa, tidak menampik adanya riak-riak tersebut.

Anggota DPRD dari Mengwi dengan raihan suara sangat fantatis, yakni 21.190 suara atau setara dengan 3 kursi DPRD Badung, menanggapinya dengan santai. ”Itu hanya percikan-percikan saja. Kalau bicara Bapak Ketut Suiasa orang baru, nggak juga. Suiasa kan Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional DPD PDIP Bali. Suiasa itu kader PDIP juga. Jadi, Giri Prasta-Suiasa juga paket kader-kader,” katanya.

Ketua Bapemperda DPRD Badung itu menyebutkan banyak kader baru di PDIP yang membuat partai si moncong putih dalam lingkaran itu semakin kuat. Dia mencontohkan I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, pernah di Golkar yang kini lolos ke Fraksi PDIP DPRD Badung Dapil Kecamatan Petang melalui Pileg 2019. ”Gek Inda itu anak dari tokoh Golkar Bali (I Gusti Ngurah Alit Yudha – net). Tapi, ya kita harus paham bahwa Gek Inda itu kader PDIP,” jelas Satria.

Dia juga menyebut anggota Fraksi PDIP DPRD Badung, I Made Suryanda Pramana, adalah anak I Made Sudiana, mantan Cabup Badung yang diusung Golkar melawan Giri Prasta-Suiasa di Pilkada Badung 2015. ”Setelah partai merekrut Suryanda Pramana di Pileg 2019, ya kita harus akui dia sebagai kader PDIP,” katanya.

Satria menegaskan sebagai kader paling senior di DPRD Badung bersama Wayan Sandra akan patuh dan taat dengan keputusan DPP PDIP. ”Siapa pun nanti yang direkomendasi DPP PDIP tarung di Pilkada Badung 2020, ya kami dukung dan harus menangkan,” kata Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDIP Badung itu.

Dia mengingatkan paket Giri-Asa merupakan usulan dari DPC PDIP Badung untuk diusung ke Pilkada Badung 2020. ”Dalam organisasi, riak-riak sudah biasa. Saya sebagai kader siap memenangkan paket yang diusung partai, siapa pun mereka. Ingat, saya tidak pernah berambisi untuk satu jabatan, kita tunduk keputusan partai,” katanya.

Sementara Nyoman Giri Prasta, sudah berulang kali menegaskan terkait rekomendasi paket calon, tidak mau mendahului Ketua Umum DPP PDIP Megawati. ”Itu kewenangan Ibu Ketua Umum. Saya tidak mau mendahului. Saya menunggu apa pun yang diputuskan Ibu Ketua Umum terkait Pilkada Badung 2020,” katanya.

Di satu sisi, Putu Parwata yang juga Ketua DPRD Badung, belum dapat dimintai konfirmasi. WA yang dikirim kepada Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung itu belum dijawab hingga berita ini ditulis. (bgn/din)20081913

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...