Polsek Kuta Amankan 8 Pelaku Pengeroyokan yang Viral di Media Sosial
Badung, Baliglobalnews
Unit Reskrim Polsek Kuta bergerak cepat menindaklanjuti video pengeroyokan yang viral di media sosial pada 10 Desember 2025, di Jalan Dewi Sri, Kabupaten Badung.
“Korban berinisial YSA mengalami luka di kepala dan punggung akibat dipukul menggunakan balok kayu dan paving block oleh sekelompok pria,” kata Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra, diwakili Kanit Reskrim Iptu Matius Diaz Prakoso di Badung pada Sabtu (13/12/2025).
Dia menyampaikan bahwa setelah menerima laporan korban, tim opsnal yang dipimpin Ipda I Putu Santhi Adnyana langsung melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan rekaman CCTV.
Dalam kasus ini, kata dia, Polsek Kuta mengamankan 8 orang laki-laki yang diduga sebagai pelaku, masing-masing berinisial DDH, ARB, TBK, TN, MJR, EKB, EWL, DK. “Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa para pelaku dalam kondisi mabuk dan tersinggung oleh perkataan korban sehingga melakukan pengeroyokan secara bersama-sama ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.
Kapolsek Kuta menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara, penyidik menetapkan kedelapan pelaku sebagai tersangka, karena ditemukan bukti permulaan yang cukup, berupa keterangan korban dan saksi. Kemudian, rekaman CCTV, barang bukti kayu balok dan helm, serta pengakuan para pelaku. “Perbuatan para tersangka, dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan penjara,” katanya.
Agus Riwayanto Diputra mengimbau seluruh masyarakat dan para pendatang yang tinggal maupun bekerja di wilayah Kuta untuk menjaga diri agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum. Kemudian, menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang dapat memicu konflik. Dan, menyelesaikan persoalan secara baik dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. “Kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan dan menjaga situasi Kuta yang aman, tertib, dan kondusif, sangat penting terutama menjelang periode libur akhir tahun ketika aktivitas wisata meningkat,” tegasnya. (bgn008)25121310