Parliamentary Threshold 5 Persen Jadi Kabar Baik Golkar Bali Dalam Rakerda
Denpasar, Baliglobalnews
Wacana parliamentary threshold (PT) dinaikkan dari 4% menjadi 5% menjadi angin segar bagi Partai Golkar Bali. Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih setelah pembukaan Rakerda Golkar Bali di Monumen Gong Perdamaian Dunia Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, pada Sabtu (3/10/2026).
“Kami mendapat informasi yang cukup dipercaya, bahwa wacana parliamentary threshold dinaikkan dari 4% menjadi 5% ini, sangat menggembirakan kami. Karena tentu saja harap kami, partai yang tidak lolos bisa bergabung dengan kami,” katanya.
Dia menilai apabila PT 5 persen ini dilakukan, Golkar Bali menilai tidak menjadi kendala, mengingat partai berlambang pohon beringin itu, sudah memenuhi di atas PT 5 persen. “Bagi kami di Golkar tentu tidak ada masalah ya, karena kami jauh di atas PT. Dan ini, menjadi hak yang baik. Karena partai yang tidak lolos PT, bisa bergabung ke kami. Dan kami terbuka untuk itu,” kata pria yang akrab disapa Demer itu.
Anggota DPR RI Dapil Bali itu menyebutkan sesuai AD/ART Partai Golkar, siapa saja yang ingin bergabung dengan Golkar, dan yang baru bergabung, sudah menjadi bagian atau pemilik partai Golkar, bahkan bisa berpotensi menjadi pengurus. “Begitu mereka bergabung dengan kami, maka bisa menjadi pemilik partai golkar, dan siapapun yang bergabung, maka kami sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tanah kami nantinya, bisa menjadi pengurus. Misalnya, bisa menjadi ketua, bahkan menjadi ketua umum. Jangan salah supir angkot bisa menjadi ketua umum kami,” katanya.
Pria asal Desa Tajun, Buleleng, Bali, itu berharap generasi muda yang tertarik dalam politik, dapat segera bergabung. Mengingat, anak muda saat ini merupakan generasi penerus bangsa, yang memiliki wawasan luas karena perkembangan era digital. “Kami mengajak anak muda mau terjun di politik, karena mereka penerus bangsa. Dan saya yakin karir mereka bisa lebih sukses. Dan, kami mengajak gen Z bersama-sama memajukan bangsa, karena saya rasa pengetahuan, pengalaman dan wawasannya mereka sangat luas akibat pengaruh media sosial. Jadi, kami yakin mereka merupakan calon kader-kader yang baik, sehingga diharapkan mereka ikut terjun dalam perpolitikan di Indonesia,” katanya.
Dalam rakerda ini, kata dia, juga membahas penyusunan rancangan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa dan negara. Terkait pendapat masyarakat bahwa politik itu kejam, Demer menanggapi hal itu tidak sepenuhnya benar. “Kalau dibilang berpolitik itu kotor, kalau yang melakukannya kotor tapi kalau yang melakukannya dengan baik dan benar, saya rasa ini akan menjadi percepatan dari pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Untuk itu, Demer mengajak masyarakat dan generasi muda bersama-sama berjuang bersama memajukan bangsa, dan mengutamakan kepentingan masyarakat, melalui jalur politik. Sehingga, apa yang menjadi tujuan bersama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan makmur bisa tercapai. “Mari bersama-sama berusaha untuk kepentingan masyarakat luas tentunya, karena dalam politik, banyak hal yang bisa kita perjuangkan. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan makmur bisa terwujud,” katanya. (bgn008)26100307


