OJK Bali Apresiasi SMPN 9 Denpasar Jadi Sekolah Implementasi Kejar Terbaik Mitra BPD Bali
Denpasar, Baliglobalnews
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali mengapresiasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Denpasar menjadi sekolah yang mengimplementasikan budaya menabung, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian finansial dan kesejahteraan masyarakat (Kejar) terbaik, mitra kerja sama Bank BPD Bali.
“Selamat kepada SMPN 9 Denpasar sebagai sekolah implementasi Kejar terbaik nasional. Ini merupakan prestasi yang diraih melalui sinergi antara OJK Bali, Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Denpasar, PUJK dalam hal ini BPD Bali, serta tentunya seluruh guru, siswa dan wali murid di SMPN 9 Denpasar,” kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Parjiman kepada wartawan di Denpasar pada Sabtu (29/8/2026).
Parjiman menyebutkan terpilihnya SMPN 9 Denpasar sebagai sekolah implementasi Kejar terbaik nasional, karena 100% siswanya sudah punya rekening pelajar atau total rekening siswa mencapai 1.070 rekening. “Semoga capaian ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lainnya di Bali dalam menerapkan kebiasaan baik menabung di bank sejak dini dari usia sekolah. Melalui kebiasaan baik ini kita wujudkan generasi-generasi muda di Bali yang cerdas mengelola keuangan untuk meraih masa depan yang cerah,” katanya.
Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meskipun telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” katanya.
Dia menyebutkan OJK bersama dengan seluruh kementerian lembaga, memiliki komitmen untuk
meningkatkan literasi dan inklusi anak-anak di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri. “Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO (fear of missing out) dan FOPO (fear of other people’s opinions) di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” katanya. (bgn008)26082907


