Kunjungan Turun, Pendapatan DTW Tanah Lot 2025 Justru Melampaui Target
Tabanan, Baliglobalnews
Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mencatat fenomena menarik sepanjang tahun 2025. Meski secara kuantitas jumlah kunjungan wisatawan menurun dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan objek wisata andalan Kabupaten Tabanan ini justru meningkat dan melampaui target.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengungkapkan bahwa total kunjungan tahun 2025 tercatat sekitar 1,4 juta orang, menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 1,7 juta orang. Namun, dari sisi finansial, pendapatan justru naik sekitar 15 hingga 20 persen. “Target yang kami pasang tahun lalu sekitar Rp50-an miliar, kemudian tahun ini kami targetkan Rp64 miliar. Realisasinya saat ini mencapai kurang lebih Rp72 miliar,” ujar Toni Wirawan saat ditemui di kawasan Tanah Lot, pada Rabu (31/12/2025).
Menurut dia, peningkatan pendapatan ini dipengaruhi oleh dominasi wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai 60 persen dari total kunjungan, serta penyesuaian harga tiket yang dilakukan sebelumnya. Adapun wisman didominasi oleh turis asal India, disusul China, Asia Tenggara, Australia, dan Eropa.
Toni Wirawan mengakui adanya penurunan kunjungan secara umum di Bali, termasuk di Tanah Lot. Pihaknya mengevaluasi beberapa faktor penyebab, mulai dari isu kemacetan yang parah, isu sampah dan banjir, hingga kondisi perekonomian masyarakat domestik.
Kendati demikian, tren kunjungan mulai menunjukkan grafik positif menjelang akhir tahun. “Sejak 20 Desember kemarin, kunjungan sudah ada mulai peningkatan. Dari rata-rata 2.000-3.000 per hari, menjadi 4.000 sampai 6.000 per hari,” katanya.
Menyambut malam pergantian tahun baru 2026, manajemen DTW Tanah Lot mengambil sikap tegas dengan melarang perayaan yang berlebihan di dalam kawasan, khususnya penggunaan kembang api. Larangan ini telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian setempat demi menjaga kesucian kawasan suci pura. “Kami melarang itu. Karena kami di kawasan DTW Tanah Lot ini adalah kawasan wisata budaya agama, banyak lingkup pura. Jangan sampai hal-hal yang kecil menyebabkan yang besar seperti kebakaran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Toni juga mensosialisasikan rencana kenaikan harga tiket masuk yang akan berlaku tahun depan. Kenaikan ini dinilai perlu untuk menutupi biaya pemeliharaan kawasan yang semakin tinggi. Rincian kenaikan tiket yang direncanakan meliputi domestik anak dari Rp20.000 menjadi Rp25.000, domestik dewasa dari Rp30.000 menjadi Rp40.000, mancanegara anak dari Rp40.000 menjadi Rp60.000, dan mancanegara dewasa dari Rp75.000 menjadi Rp100.000.
Selain penyesuaian tarif, manajemen juga memprogramkan penambahan spot foto baru yang akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pengempon pura selaku pemilik aset budaya. (bgn020)25123107