Media Informasi Masyarakat

Komisi IV DPRD Badung Terima Audiensi Himpaudi Badung

Mangupura, Baliglobalnews

Komisi IV DPRD Badung menerima audiensi Himpaudi (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia) Kabupaten Badung di Ruang Sidang Gosana II Sekretariat DPRD Puspem Badung pada Senin (19/9).

Dalam audiensi tersebut terungkap Himpaudi Badung akan menggelar pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Badung, Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Badung masa bakti 2022-2027 dan diklat dasar yang direncanakan pada Selasa (27/9) mendatang. Akan tetapi, rancangan biaya yang sudah disusun panitia tidak jelas sumber dananya. Demikian pula lokasi pelantikan belum pasti.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Himpaudi Badung, I Wayan Wikrawan, menyebutkan panitia belum mempunyai sumber dana yang jelas. Untuk biaya kegiatan selama ini, kata dia, mereka urunan sukarela. Untuk itu, Wikrawan mohon solusi kepada Dewan Badung. “Mohon solusi kegiatan tersebut dan juga program yang telah ada agar bisa berjalan lancar,” katanya.

Bunda PAUD Kecamatan Mengwi, Ida Ayu Putu Utari Dewi, menambahkan untuk konsumsi sudah ditangani oleh Bunda PAUD Badung. Akan tetapi, untuk lokasi ada saran menggunakan Gedung Budaya Giri Nata Puspem Badung. Itu pun belum pasti. Apalagi pihaknya harus menyediakan AC, karena anggota Himpaudi se-Badung yang akan dihadirkan mencapai 500 orang. “Itu pun belum pasti, apalagi biaya untuk AC mahal, dan masih menunggu konfirmasi. Pengukuhan akan dihadiri Bapak Bupati,” katanya.

Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Badung, Nyoman Wirawan, menyatakan dirinyalah yang menyarankan agar Himpaudi berkoordinasi dengan dewan. “Jangan sampai lupakan Komisi IV sebagai aparatur yang membidangi pendidikan untuk mohon pertimbangan dalam penajaman program dan penganggaran,” katanya.

Ketua Komisi IV, Made Suwardana, yang memimpin audiensi tersebut menyampaikan pihaknya tidak bisa memberikan dana tunai, apalagi dengan cara mendadak seperti itu.

“Kalau minta dana bukan di dewan. Kita komunikasikan program setahun ke depan. Tidak bisa minta uang sama seperti anak minta buang kepada orangtuanya. Kegiatan seperti ini sudah harus diprogramkan. Kabid harus bisa menganggarkan, sudah harua ada list, jika masuk dan realistis, kita tinggal acc,” katanya.

Suwardana juga membenarkan untuk memanfaatkan Gedung Budaya Giri Nata Puspem Badung membutuhkan biaya yang sangat besar. “Kalau tidak salah, ada informasi paling tidak membutuhkan biaya dua puluh tuju juta rupiah,” katanya.

Untuk itu, dia menyarankan menggunakan gedung dewan, dengan syarat peserta yang hadir dikurangi. Pasalnya, gedung dewan hanya mampu menampung sampai 350-an orang. “Segera pastikan, ajukan proposal biar bisa dipastikan Bapak Ketua, dengan snacknya, tidak bisa mendadak, acaranya lagi delapan hari,” katanya.

Usai audiensi, Suwardana menyatakan panitia tidak siap apa yang akan disampaikan. “Kami sesungguhnya sedang reses. Akan tetapi, karena acara mereka mendesak, ya terpaksa kita jadwal ulang resesnya, kita geser ke malam hari. Kalau tidak hari ini (diterima audiensi-red), jadwal acara mereka keburu lewat,” katanya.

Hadir saat itu Wakil Ketua I, Made Sumerta, Sekretaris I Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi bersama anggota Luh Gede Sri Mediastuti dan Ni Ketut Suweni. (bgn003)22091920

Comments
Loading...