Media Informasi Masyarakat

Kekayaan Budaya Pertanian Jadi Daya Tarik Sambut Delegasi WWF 2024

Tabanan, Baliglobalnews 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya, memimpin rapat koordinasi terbatas persiapan penyelenggaraan World Water Forum (WWF) Tahun 2024 di Gedung DTW Jatiluwih, Tabanan, pada Kamis (2/5/2024).

Satria Tenaya mengajak semua pihak bekerja sama dan berkolaborasi dalam menyambut dan mensukseskan penyelenggaraan World Water Forum (WWF) Tahun 2024, yang akan dilaksanakan pada 18-25 Mei mendatang.

Sesuai rencana, pembukaan event kunjungan delegasi WWF diawali, dengan kunjungan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno ke Jatiluwih, Jumat sekitar pukul 17.00 Wita. Menteri akan mengecek kesiapan, memberikan makan ikan dan melepas burung.

“Kami yang akan dikunjungi Menteri Pariwisata juga sedang persiapan, saat ini seluruh unsur terkait hingga desa-desa di Jatiluwih tengah mempersiapkan desanya untuk menerima kunjungan Menteri Pariwisata. Monumen Jatiluwih WWF akan dihiasi dan percantik dengan tampilan Penjor juga disisi bangunan WWF,” katanya.

Menurut Satria Tenaya, persiapan delegasi WWF ke-10,yang datang Jatiluwih akan disuguhkan tarian selamat datang. Para tamu juga akan belajar Kegiatan pertanian seperti ngelesung, numbuk dan lainnya. “Kami tidak hanya memberi kegiatan pertanian, tetapi juga kebudayaan Bali, seperti lesung dan numbuk, akan menjadi bagian dari pengalaman para delegasi WWF,” katanya. 

Satria Tenaya menyatakan sepanjang jalan area Jatiluwih akan dipasang lebih dari 100 penjor disisi jalan, 50 kincir angin tradisional, dan orang-orangan sawah. Di sisi lain, terkait dengan kesiapan parkir Jatiluwih siap menampung kisaran 200 kendaraan.

Sementara Manager Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, John Ketut Purna, mengatakan saat ini sudah terkonfirmasi 18 kepala negara yang siap mengunjungi destinasi wisata Jatiluwih dari sekitar 40 kepala negara yang akan menghadiri WWF ke-10 di Bali.

John menyebutkan manajemen juga akan mempersiapkan stan UMKM untuk mempromosikan potensi Desa Jatiluwih. Mulai dari beras merah, hingga kuliner laklak. “Nanti posisi stan UMKM ini kita masih rancang. Yang jelas akan ada stan yang mempromosikan kebudayaan Jatiluwih,” katanya.

Menurut John, kunjungan wisatawan selama Jatiluwih dikunjungi delegasi WWF tidak dilarang. Kunjungan wisatawan umum tetap dibuka. “Kami tidak ada larangan kunjungan wisatawan, kecuali para kepala negara. Saat para kepala negara berkunjung maka akan ada steril area dengan buka tutup jalan,” ujarnya.

Rapat dihadiri Bendesa Adat Gunungsari, Bendesa Adat Jatiluwih, dan perangkat desa terkait. (bgn020)24050303

Comments
Loading...