Media Informasi Masyarakat

Kabupaten Gianyar Tambah 4 Desa Wisata Lagi

Gianyar, Baliglobalnews

Kabupaten Gianyar menambah lagi 4 desa wisata dan 1 kelurahan, setelah diserahkannya SK Penetapan Desa Wisata tahun 2020 untuk Desa Manukaya, Desa Tampaksiring, Desa Sayan, Desa Bedulu dan Kelurahan Beng. SK Bupati Nomor 762/E-02/HK/2020 tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar.

SK diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, AA Putrawan, didampingi oleh Tim Verifikasi Desa Wisata di Taman Prakerti Buana, Desa Beng, Gianyar, Selasa (11/8). Putrawan mengharapkan dengan ditetapkannya sebagai desa wisata agar masyarakat dapat mengangkat potensi atau kearifan lokal di masing-masing desa, baik berupa potensi keindahan alam maupun seni budaya.

Bali Global News/ist
Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, AA Putrawan, didampingi Tim Verifikasi Desa Wisata menyerahkan SK desa wisata di Taman Prakerti Buana, Desa Beng, Gianyar, Selasa (11/8).

Menurut Putrawan, penetapan sebuah desa atau kelurahan menjadi desa wisata harus melalui beberapa tahapan, seperti pihak desa mengajukan permohonan ke pemerintah dengan menyerahkan data potensi dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Selanjutnya Dinas Pariwisata bersama Tim Verifikasi Desa Wisata akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi. Jika desa yang bersangkutan telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, akan ditetapkan menjadi desa wisata melalui Keputusan Bupati Gianyar.

”Saya harap dengan ditetapkannya sebagai desa wisata, dapat mengangkat potensi lokal untuk dikembangkan sebagai ciri khas desa sehingga bisa menjadi sarana pengembangan usaha ekonomi bersama dalam wadah BUMdes yang secara tidak langsung dapat meningkatkan PAD desa,” katanya.

Pemkab Gianyar, kata dia, sangat mendukung semangat masyarakat untuk memajukan desanya. Pengembangan potensi desa dalam bentuk desa wisata sangat positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, begitu juga dengan pelestarian seni budaya dan lingkungan.

Dengan ditetapkan sebagai desa wisata, lanjutnya, desa wajib menata lingkungan, termasuk fasilitasnya menjadi tanggung jawab masyarakat atau pihak lain yang menjadi mitra kerja dalam pengembangan desa wisata dengan dukungan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu juga diserahkan buku kajian pariwisata. Turut hadir dalam penyerahan SK desa wisata, kepala desa terkait, pelaku pariwisata, tokoh masyarakat dan OPD terkait. (bgn/kmf)20081221

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...