IPB Internasional Perkuat Kompetensi Gastronomi Lokal melalui Workshop dan Cooking Class di Denpasar
Denpasar, Baliglobalnews
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan gastronomi berbasis kearifan lokal sekaligus memperkuat kompetensi masyarakat di bidang kuliner. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Gastronomi Berbasis Bahan Pangan Lokal melalui Workshop dan Cooking Class bagi Masyarakat Lokal di Denpasar, Bali.”
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut melibatkan Tim Akademisi IPB Internasional yang terdiri atas Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti sebagai Ketua Pengusul dan Putu Eka Wirawan sebagai anggota tim, serta mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Perhotelan yang berperan dalam pendampingan peserta, praktik cooking class, dokumentasi, hingga penyusunan materi promosi dan modul kegiatan.
Menurut Dewi Astuti, keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual, karena mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat serta menerapkan kompetensi akademik di lapangan. Dia menyebutkan aktivitas mahasiswa dalam program ini juga memiliki potensi untuk direkognisi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah berbagai potensi bahan pangan lokal Bali menjadi produk kuliner yang tidak hanya menarik dari sisi rasa dan tampilan, tetapi juga memiliki nilai budaya, nilai ekonomi, serta daya saing,” katanya ketika dihubungi pada di Denpasar pada Minggu (6/9/2026).
Bali, kata dia, memiliki kekayaan bahan pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari umbi-umbian, rempah tradisional, hasil laut hingga berbagai hasil pertanian lokal. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan sentuhan kreativitas, inovasi, standardisasi pengolahan, hingga penguatan narasi budaya agar mampu berkembang menjadi produk gastronomi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Dalam konsep gastronomi, makanan tidak semata-mata dipandang sebagai produk konsumsi, tetapi juga membawa filosofi, sejarah, budaya, serta cerita masyarakat yang melahirkannya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai gastronomi lokal Bali, pemanfaatan bahan pangan lokal, teknik pengolahan makanan, kebersihan dan keamanan pangan, plating, hingga storytelling kuliner. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.
Sementara Eka Wirawan mengatakan salah satu bagian utama program adalah cooking class terapan. Dia menyampaikan kegiatan tersebut peserta akan mempraktikkan pengolahan resep berbasis bahan pangan lokal dengan memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern. “Peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai teknik memasak, penyajian, plating, serta cara membangun cerita atau storytelling di balik sebuah hidangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan produk kuliner lokal tidak hanya menarik secara visual dan cita rasa, tetapi juga memiliki identitas yang kuat sebagai bagian dari budaya Bali,” katanya.
Eka Wirawan menyatakan program tersebut menargetkan terciptanya tiga hingga lima jenis produk kuliner inovatif berbasis bahan pangan lokal, sekaligus mendorong peserta agar mampu menerapkan teknik pengolahan yang sesuai dengan standar yang diperkenalkan dalam pelatihan. Selain itu, hasil kegiatan akan didukung melalui penyusunan modul dan dokumentasi resep sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan secara berkelanjutan.
Menariknya, kata Eka Wirawan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan keterampilan memasak. Peserta juga akan mendapatkan penguatan dalam aspek manajemen usaha kuliner dan kewirausahaan. Materi yang diberikan mencakup perencanaan usaha sederhana, pengendalian biaya produksi, pencatatan keuangan, penentuan harga jual, pengelolaan kualitas produk hingga penyusunan rencana usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan calon wirausaha mengembangkan produk gastronomi lokal menjadi peluang usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Eka Wirawan juga menyebutkan aspek pemasaran juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Peserta akan diperkenalkan pada pemanfaatan media digital serta pengembangan identitas produk melalui storytelling. “Nilai budaya, filosofi makanan, dan keunikan lokal akan diarahkan menjadi bagian dari narasi pemasaran sehingga produk kuliner memiliki diferensiasi yang lebih kuat di tengah persaingan pasar,” katanya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kata dia, program ini membawa misi penting dalam pelestarian warisan kuliner Bali. Perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin dekat dengan makanan instan dan kuliner global, menjadi tantangan bagi keberlanjutan pengetahuan mengenai makanan tradisional.
Karena itu, lanjutnya, peserta akan diajak memahami kembali bahwa kuliner lokal merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Edukasi dilakukan melalui diskusi interaktif, demonstrasi memasak, serta pengenalan nilai budaya di balik berbagai makanan tradisional Bali.
Menurut Eka Wirawan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Jalan Kecak No. 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar Utara, dengan melibatkan masyarakat lokal, pelaku UMKM di Denpasar, mahasiswa perhotelan, serta siswa SMK Perhotelan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda, program ini diharapkan menjadi ruang transfer pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi gastronomi yang tetap berakar pada identitas lokal Bali.
Pada akhirnya, penguatan gastronomi lokal tidak sekadar berbicara tentang bagaimana menghasilkan makanan yang lezat, tetapi juga tentang bagaimana bahan pangan lokal, budaya, kreativitas, kewirausahaan, dan pendidikan dapat bergerak bersama dalam menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga warisan kuliner Bali secara berkelanjutan. (bgn003)26090601



