Media Informasi Masyarakat

FKH Unud Beri Pelayanan Kesehatan Hewan

Klungkung, Baliglobalnews

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Suartha, membuka secara resmi Kersos Keswan XXXVII FKH Udayana yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH Unud di Lapangan PAU, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung pada Rabu (29/6).

Pembukaan kegiatan Kersos Keswan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKH Unud, Ketua PDHI, serta Camat Banjarangkan. Kerja sosial kesehatan hewan (Kersos Keswan) merupakan salah satu program BEM FKH Unud yang wajib diikuti mahasiswa semester akhir FKH Unud.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dan melatih mahasiswa untuk lebih terampil dalam bidang kedokteran hewan,” katanys.

Pada dasarnya kegiatan Kersos Keswan XXXVII FKH Unud ini berfokus pada pemberian pelayanan kesehatan hewan berupa kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya perihal penyakit rabies. Hal tersebut merupakan cerminan dari tema yang mereka angkat, yakni Mewujudkan Bali Bebas Rabies, melalui Keselarasan Insan Muda Veteriner Bersama Masyarakat.

Rangkaian kegiatan Kersos Keswan dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2022,yang berlokasi di beberapa banjar dan desa di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa yang menjadi sasaran kegiatan Kersos Keswan FKH Unud diantaranya  Desa Bakas, Desa Tihingan, dan Desa Nyalian.

Lokasi ini dipilih, karena banyaknya kasus rabies yang terjadi sehingga dirasa perlu untuk diberikan pelayanan kesehatan terhadap hewan sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya kesehatan hewan.

Hari pertama Kersos Keswan diawali dengan pembukaan yang berisi sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua BEM, Camat Banjarangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, serta Dekan FKH Udayana.

Setelah dibukanya kegiatan Kersos Keswan, peserta mendapatkan pengarahan dari masing-masing dosen pembimbing berkenaan dengan kegiatan Kersos Keswan ini. Pada hari pertama, peserta melakukan kegiatan vaksinasi, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat di Desa Bakas yang meliputi Banjar Kangin, Banjar Kawan, Banjar Peken, Banjar Pering, dan Banjar Kreteg.

Kegiatan dilaksanakan secara door to door, setiap gugus akan berkunjung ke rumah warga untuk memberikan pelayanaan kesehatan hewan yang berupa pemberian vaksinasi pada anjing, penyuntikan vitamin, dan  pemberian anti ektoparasit pada ternak. Tidak hanya itu, para peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pencegahan serta penanganan kasus rabies. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi bersama oleh dosen pembimbing.

Di hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh panitia. Hal ini cukup membakar semangat para peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan Kersos Keswan selanjutnya. Kali ini kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi dilaksanakan di Desa Tihingan yang meliputi Banjar Pau, Banjar Penasan, Banjar Mengune, dan Banjar Tihingan serta Desa Nyalian yang meliputi Banjar Kelodan, Banjar Pemenang, Banjar Pekandelan, Banjar Kapit, Banjar Griya, Banjar Umanyar, Banjar Tegal Wangi, dan Banjar Dukuh. Kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban oleh peserta, panitia, dan begitu juga tamu undangan.

Kemudian, pada Jumat (1 Juli 2022), dilaksanakan penutupan kegiatan Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, Camat Banjarangkan, Staf Dinas Pusat Kesehatan Hewan dan sejumlah tamu undangan lainnya. Penutupan Kersos Keswan dilakukan oleh

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang diwakili Dosen Pembimbing Kersos Keswan, I Wayan Sukernayasa, secara simbolis melakukan pelepasan name tag seluruh peserta.

“Dari serangkaian kegiatan Kersos Keswan yang telah dilaksanakan terjadi beberapa kendala, salah satunya miskomunikasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Daerah sasaran vaksinasi ternyata telah mendapatkan vaksin pada bulan April 2022,” ucapnya.

Kemudian terdapat sejumlah keperluan vaksinasi yang tidak tersedia, salah-satunya kapas usap alkohol. Selain itu, turunnya hujan pada saat acara berlangsung membuat beberapa kegiatan yang telah direncanakan dibatalkan. Adanya kendala-kendala tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang sehingga nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa terulang kembali.

Terlepas dari hal tersebut, antusiasme masyarakat Kecamatan Banjarangkan terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi ini patut diacungi jempol. Sangat terbukanya masyarakat dengan kegiatan ini, dapat diartikan bahwa sebagian besar masyarakat Bali telah teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai penyakit rabies dan vaksinasi.

“Semoga

Klungkung, Baliglobalnews

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Suartha, membuka secara resmi Kersos Keswan XXXVII FKH Udayana yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH Unud di Lapangan PAU, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung pada Rabu (29/6).

Pembukaan kegiatan Kersos Keswan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKH Unud, Ketua PDHI, serta Camat Banjarangkan. Kerja sosial kesehatan hewan (Kersos Keswan) merupakan salah satu program BEM FKH Unud yang wajib diikuti mahasiswa semester akhir FKH Unud.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dan melatih mahasiswa untuk lebih terampil dalam bidang kedokteran hewan,” katanys.

Pada dasarnya kegiatan Kersos Keswan XXXVII FKH Unud ini berfokus pada pemberian pelayanan kesehatan hewan berupa kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya perihal penyakit rabies. Hal tersebut merupakan cerminan dari tema yang mereka angkat, yakni Mewujudkan Bali Bebas Rabies, melalui Keselarasan Insan Muda Veteriner Bersama Masyarakat.

Rangkaian kegiatan Kersos Keswan dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2022,yang berlokasi di beberapa banjar dan desa di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa yang menjadi sasaran kegiatan Kersos Keswan FKH Unud diantaranya  Desa Bakas, Desa Tihingan, dan Desa Nyalian.

Lokasi ini dipilih, karena banyaknya kasus rabies yang terjadi sehingga dirasa perlu untuk diberikan pelayanan kesehatan terhadap hewan sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya kesehatan hewan.

Hari pertama Kersos Keswan diawali dengan pembukaan yang berisi sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua BEM, Camat Banjarangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, serta Dekan FKH Udayana.

Setelah dibukanya kegiatan Kersos Keswan, peserta mendapatkan pengarahan dari masing-masing dosen pembimbing berkenaan dengan kegiatan Kersos Keswan ini. Pada hari pertama, peserta melakukan kegiatan vaksinasi, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat di Desa Bakas yang meliputi Banjar Kangin, Banjar Kawan, Banjar Peken, Banjar Pering, dan Banjar Kreteg.

Kegiatan dilaksanakan secara door to door, setiap gugus akan berkunjung ke rumah warga untuk memberikan pelayanaan kesehatan hewan yang berupa pemberian vaksinasi pada anjing, penyuntikan vitamin, dan  pemberian anti ektoparasit pada ternak. Tidak hanya itu, para peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pencegahan serta penanganan kasus rabies. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi bersama oleh dosen pembimbing.

Di hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh panitia. Hal ini cukup membakar semangat para peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan Kersos Keswan selanjutnya. Kali ini kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi dilaksanakan di Desa Tihingan yang meliputi Banjar Pau, Banjar Penasan, Banjar Mengune, dan Banjar Tihingan serta Desa Nyalian yang meliputi Banjar Kelodan, Banjar Pemenang, Banjar Pekandelan, Banjar Kapit, Banjar Griya, Banjar Umanyar, Banjar Tegal Wangi, dan Banjar Dukuh. Kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban oleh peserta, panitia, dan begitu juga tamu undangan.

Kemudian, pada Jumat (1 Juli 2022), dilaksanakan penutupan kegiatan Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, Camat Banjarangkan, Staf Dinas Pusat Kesehatan Hewan dan sejumlah tamu undangan lainnya. Penutupan Kersos Keswan dilakukan oleh

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang diwakili Dosen Pembimbing Kersos Keswan, I Wayan Sukernayasa, secara simbolis melakukan pelepasan name tag seluruh peserta.

“Dari serangkaian kegiatan Kersos Keswan yang telah dilaksanakan terjadi beberapa kendala, salah satunya miskomunikasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Daerah sasaran vaksinasi ternyata telah mendapatkan vaksin pada bulan April 2022,” ucapnya.

Kemudian terdapat sejumlah keperluan vaksinasi yang tidak tersedia, salah-satunya kapas usap alkohol. Selain itu, turunnya hujan pada saat acara berlangsung membuat beberapa kegiatan yang telah direncanakan dibatalkan. Adanya kendala-kendala tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang sehingga nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa terulang kembali.

Terlepas dari hal tersebut, antusiasme masyarakat Kecamatan Banjarangkan terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi ini patut diacungi jempol. Sangat terbukanya masyarakat dengan kegiatan ini, dapat diartikan bahwa sebagian besar masyarakat Bali telah teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai penyakit rabies dan vaksinasi.

“Semoga dengan hadirnya Kersos Keswan yang ke-37 mampu memberantas rabies di desa ini dan mampu memberikan implementasi ilmu-ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat.” ujarnya.

Berita ini juga dapat diakses melalui http://www.unud.ac.id. (bgn008)22070802

hadirnya Kersos Keswan yang ke-37 mampu memberantas rabies di desa ini dan mampu memberikan implementasi ilmu-ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat.” ujarnya.

Berita ini juga dapat diakses melalui http://www.unud.ac.id. (bgn008)22070802

Comments
Loading...
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam