Media Informasi Masyarakat

Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Stimulus Bagi UMKM Objek Wisata

Mangupura, Bali Global News

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan merealisasikan bantuan stimulus tahap pertama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) objek wisata yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung 2020 di Wantilan Objek Wisata Sangeh, Selasa (7/7).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, bersama Wakil Bupati, I Ketut Suiasa; Ketua DPRD, Putu Parwata beserta anggota IB Sunarta, Sekda, Adi Arnawa; Kepala BPD Cabang Mangupura, I Gst Ngurah Agung Artawan; Kabalitbang, Wayan Suambara; Kadis Kominfo, IGN Jaya Saputra; Kabag Humas, Made Suardita; Camat Mengwi, Nyoman Suhartana; Camat Abiansemal, IB Mas Arimbawa dan Ketua Forum Perbekel Badung, Kadek Sukarma.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, bersama Wakil Bupati, I Ketut Suiasa. (pict: humas)

Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan bantuan yang diberikan ini merupakan stimulus terhadap pelaku UMKM di seputaran objek wisata khususnya dalam menyambut new normal atau budaya hidup baru, di mana calon penerima sebelumnya telah melewati serangkaian proses verifikasi dan validasi data yang sangat ketat.

Di samping itu, menurut Bupati, program tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab bersama DPRD Badung untuk membentuk community empowering yang nantinya diharapkan dapat mendukung kemandirian masyarakat dalam bidang perekonomian. Mengingat UMKM memiliki dua peran strategis dan fundamental, yakni pertama, sebagai sarana pemerataan tingkat perekonomian masyarakat kecil karena berada di berbagai tempat bahkan UMKM menjangkau daerah yang pelosok sehingga masyarakat tidak perlu ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak. Kedua, sebagai sarana mengentaskan kemiskinan, karena angka penyerapan tenaga kerja terhitung tinggi.

”Berdasarkan regulasi Permendagri Nomor 1 tahun 2020 tentang Realokasi dan Refocusing Anggaran yang didalamnya diatur juga tentang pemulihan ekonomi, kami Pemkab Badung melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM pada objek pariwisata. Dari 938 pelaku UMKM yang memiliki usaha di kawasan objek wisata, setelah melalui proses verifikasi data untuk menghindari tumpang tindih anggaran dan bantuan ganda, mengingat ada BLT dan BST dari Pemerintah Pusat, maka yang lolos hanya 94 pelaku UMKM,” kata Giri Prasta seraya menambahkan, untuk nominal bantuan, per UMKM diberikan Rp 2 juta.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, bersama Wakil Bupati, I Ketut Suiasa.(pict: humas)

Bupati menegaskan bantuan tersebut hanya sekali saja diberikan melalui BPD Cabang Badung. Tujuannya agar pelaku UMKM siap membuka usahanya kembali saat new normal diberlakukan, mengingat selama ini mereka tidak beraktivitas.

Giri Prasta menyampaikan dalam mengambil kebijakan tidak cukup dengan niat baik saja, namun harus dilandasi dengan hati, sepenuh hati dan berhati-hati, sehingga kebijakan politik anggaran Kabupaten Badung tidak keluar dari regulasi Pemerintah Pusat. Sedangkan berkenaan dengan new normal pariwisata, Bupati menyampaikan bahwasanya Kabupaten Badung sangat siap untuk melaksanakannya, mengingat Badung tidak berada dalam zona merah.

”Yang terpenting ketika wisatawan memasuki DTW harus dicek suhu tubuhnya dengan thermo gun, tetap menggunakan masker, menerapkan sosial distancing maupun cuci tangan,” kata mantan Ketua DPRD Badung itu.

Sementara menurut Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, Made Widiana, melaporkan bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM ini berupa bantuan PBSU (penerima bantuan stimulus usaha) yang bersumber dari APBD Badung, di mana untuk tahap pertama ini diserahkan kepada 19 pelaku UMKM dengan rincian 13 pelaku UMKM di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Sangeh dan 6 pelaku UMKM di DTW Taman Ayun. Bantuan ini sama seperti bantuan stimulus lainnya, yang hanya boleh diterima oleh pengusaha kecil yang belum tersentuh bantuan.

Menurut Widiana, mereka yang telah menerima bantuan baik dari pusat maupun dari Provinsi Bali, dipastikan tidak mendapat bantuan modal tersebut. ”Sejauh ini kan sudah ada bantuan pusat lewat BST (bantunan sosial tunai). Bagi yang telah menerima itu, maka dipastikan tidak dapat lagi.” kata mantan Camat Kuta Selatan itu. (bgn/humas)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...