BPBD Tabanan Siaga Penuh 24 Jam Sambut Nataru, Waspadai Longsor Kecamatan Pupuan dan Kediri
Tabanan, Baliglobalnews
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor dan banjir, yang diprediksi memuncak hingga Februari 2026. Kesiapsiagaan ini juga untuk mengamankan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinada Giri menyatakan bahwa saat ini pihaknya bersiaga 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi bencana. “Untuk dari November sampai Desember, kurang lebih itu ada sekitar 15 kejadian. Itu kebanyakan yang terjadi itu adalah pohon tumbang. Itu pun yang terjadi di wilayah jalan-jalan yang ada di pedesaan,” ujar Srinada Giri saat ditemui pada Selasa (16/12/2025).

Srinada Giri menyebut titik rawan bencana di Tabanan terkonsentrasi di beberapa wilayah, dengan ancaman utama adalah durasi hujan yang panjang. “Kalau hujan sampai tiga hari berturut-turut, itu saya takutkan yang ada di Kecamatan Pupuan, Penebel, Marga, dan Baturiti itu, pasti ada daerah yang terjadi tanah longsor,” katanya.

Sementara wilayah Kecamatan Kediri menjadi perhatian khusus untuk risiko banjir. Penyebab banjir di Kediri diketahui karena menyempitnya aliran Sungai Yeh Dati di sekitar jalur Rumah Sakit Puri Bunda, sehingga air meluap. Pihak BPBD berharap Dinas PUPRPKP segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah penyempitan sungai tersebut.
Untuk mengantisipasi pohon tumbang di jalur nasional, BPBD sebelumnya telah melakukan mitigasi perabasan pohon di seluruh jalur Tabanan dan sejauh ini tidak ada kejadian pohon tumbang melewati jalur utama Denpasar-Gilimanuk.
Terkait anggaran, pihaknya tidak menampik bahwa anggaran BPBD kini agak menipis menjelang akhir tahun. Meskipun demikian, dia menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan langkah BPBD dalam melakukan penanganan dan antisipasi bencana.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan sendiri mengalokasikan dana kebencanaan Rp5 miliar pada tahun 2025 yang bersumber dari APBD, namun penggunaan dana tersebut terus berjalan untuk penanganan sepanjang tahun. “Ya sudah jelas anggarannya agak menipis. Tapi dengan anggarannya menipis tidak menyurutkan langkah kami untuk melakukan penanganan dan untuk antisipasi bencana yang ada di Kabupaten Tabanan,” katanya.
Dalam menyambut periode Nataru, BPBD Tabanan telah membentuk posko terpadu penanggulangan bencana yang berpusat di Kantor BPBD. Posko ini melibatkan seluruh unsur penanganan bencana, termasuk TNI, Polri, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, dan Dinas PUPRPKP. “Kita semua terlibat di dalam posko terpadu ini,” katanya.
BPBD juga telah meneruskan imbauan kepada para camat dan perbekel agar masyarakat mengetahui kondisi cuaca ekstrem saat ini dan meminimalisasi potensi musibah. “Saya menghimbau kepada masyarakat tetap waspada dan yang berada di tempat potensi terjadinya bencana agar bergeser ke tempat lain dulu ketika ada hujan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Selain itu, dia juga mengajak masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan sungai, sehingga ketika hujan deras, air sungai tidak cepat meluap. (bgn020)25121603




