Media Informasi Masyarakat

Banjir rendam 69 RT di tiga wilayah administratif Jakarta Timur

Nasional, Baliglobalnews

Sebanyak 69 RT di tiga wilayah administratif Jakarta Timur terendam banjir akibat luapan sungai dan hujan lokal yang berlangsung Senin dini hari hingga siang.

“Banjir dipengaruhi  hujan di daerah hulu sungai dan hujan lokal Jakarta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Jakarta Timur Mohammad Insaf di Jakarta, di Jakarta.

Banjir dengan tinggi air bervariasi di wilayah Jakarta Timur melanda 51 wilayah RT terdiri atas ketinggian air 10-30 sentimeter di 20 RT, ketinggian 31-70 sentimeter di 27 RT dan ketinggian 71-150 sentimeter di empat RT.

Banjir juga merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Seperti  di Jakarta Selatan melanda 16 RT terdiri atas ketinggian air 10-30 sentimeter sebanyak empat RT dan ketinggian 31-70 sentimeter di 12 RT.

Banjir juga melanda dua wilayah RT di Jakarta Barat dengan ketinggian permukaan air 10-40 sentimeter.

Insaf mengatakan terdapat dua posko pengungsian bagi korban banjir, di antaranya bertempat di Mushola Al Ma’muriah, Kelurahan Cilandak Timur dan di Gedung Sasana Krida Kelurahan Bidara Cina. “Data jumlah pengungsi sebanyak 29 jiwa,” katanya.

Insaf mengatakan jumlah wilayah RT yang terendam banjir kali ini relatif sedikit sebab hanya mencakup 0,23 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta. “69 RT ini kalau dipresentasekan hanya 0,23 persen dari total wilayah,” katanya.

BPBP juga melaporkan hingga pukul 12.00 WIB sejumlah ruas jalan yang sempat terendam banjir sebanyak empat lokasi, yakni di Jakarta Selatan; Jalan Kirai RT03/RW01 Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jalan Kompleks Loka Permai Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jalan Pangeran Antasari Gg Koba, Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru dan Jalan Ophir Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru.

“Ketinggian air yang menutup jalan sekitar 10 sampai 30 sentimeter,” katanya. (bgn123)20100514

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...