Denpasar, Baliglobalnews
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak karya atiwa-tiwa atau ngaben massal Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, yang berlangsung di Setra Desa Adat Kesiman pada Kamis (3/9/2026).
Walikota Jaya Negara bersama tamu undangan mengikuti prosesi upacara dan diakhiri dengan penyerahan punia. Di sela-sela pelaksanaan upacara, Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Desa Adat Kesiman yang secara konsisten melaksanakan karya atiwa-tiwa secara kolektif. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian adat dan tradisi Bali, tetapi juga mencerminkan kepedulian desa adat dalam membantu meringankan beban krama. “Pelaksanaan karya atiwa-tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara,” ujarnya.
Sementara Jro Bendesa Adat Kesiman I Ketut Wisna menyampaikan sejumlah data peserta yang mengikuti rangkaian karya tersebut. Untuk upacara ngaben, tercatat 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah. Prosesi atma wedana maligia punggel diikuti 297 sawa. Selain rangkaian pitra yadnya, pelaksanaan karya juga dirangkaikan dengan upacara metatah yang diikuti 332 peserta. “Rangkaian acara diawali dengan prosesi ngaben pada 3 September, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Atma Wedana yang dimulai pada 6 September,” katanya.
Dia menyampaikan prosesi mesasab di Segara Padang Galak juga akan dilaksanakan secara kolektif dan diikuti 508 peserta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara sebelum memasuki puncak atma wedana maligia punggel yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2026. “Seluruh rangkaian karya atiwa-tiwa ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pihak panitia bersama prajuru Desa Adat Kesiman juga berharap pelaksanaan karya dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat,” ujarnya.
Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Warka, Kabag Kesra I Putu Agus Jayadi, jajaran Dinas Kebudayaan, Manggala Majelis Desa Adat (MDA), serta para penglingsir puri di wilayah Kesiman. (*/bgn003)26090303