Singasana, Baliglobalnews
Kecelakaan lalu lintas akibat gagal fungsi rem (rem blong) kembali terjadi di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (10/6/2026) siang. Sebuah truk tronton bermuatan semen seberat kurang lebih 35 ton mengalami lepas kendali hingga menghantam pohon dan tiang listrik di sebelah barat Jembatan Yeh Nu Penyalin pukul 11.10 Wita.
Kapolsek Kerambitan Kompol I Kadek Ardika menyampaikan berdasarkan laporan yang diterimanya, peristiwa bermula ketika truk tronton Nissan Box bernomor polisi B 9072 QH yang dikemudikan oleh Ahmad Hoiri (43), seorang sopir asal Desa Bangunrejo, Pesucen, Kabupaten Banyuwangi, bergerak dari arah barat menuju timur (dari arah Gilimanuk menuju Denpasar). Setibanya di lokasi kejadian yang dikenal memiliki karakteristik jalan turunan landai, truk berukuran besar tersebut mendadak mengalami kendala teknis yang fatal.
“Saat memasuki jalan turunan landai dari arah Gilimanuk, diduga kuat sistem rem angin pada kendaraan habis atau tidak berfungsi. Akibatnya, kendaraan menjadi tidak terkendali, oleng ke kiri, dan langsung menabrak pohon serta tiang listrik yang berada di bahu jalan sebelah utara,” ujarnya.
Kerasnya benturan tersebut, kata dia, mengakibatkan tiang listrik beton dan tiang provider jaringan internet di lokasi roboh ke jalan, disertai kabel-kabel yang melintang di atas badan aspal. “Beruntung, pengemudi truk Ahmad Hoiri beserta kernetnya dilaporkan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa luka berarti,” katanya.
Kendati demikian, kata dia, insiden tersebut sempat membuat arus lalu lintas dari kedua arah tersendat cukup panjang karena material tiang dan kabel menghalangi sebagian badan jalan. Terlebih, kondisi arus lalu lintas di Jalan Nasional tersebut sedang dalam intensitas ramai dan padat.
Dia menyebutkan personel dari Polsek Kerambitan langsung diterjunkan ke TKP begitu menerima laporan warga. Petugas kepolisian bergerak cepat melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup guna mengurai kemacetan, sembari berkoordinasi dengan pihak PLN dan instansi terkait untuk mengevakuasi tiang serta kabel yang melintang.
Kondisi sasis depan truk dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman tersebut. “Berdasarkan hasil olah TKP awal dan pendataan material yang rusak, total kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai kurang lebih Rp25 juta,” bebernya.
Pihak kepolisian kembali mengimbau kepada para sopir kendaraan angkutan berat yang melintasi jalur turunan Samsam agar selalu mengecek kelaikan fungsi kendaraan secara berkala, terutama sistem pengereman, demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (bgn020)26061015