Saat RDP dengan BTID, Pansus TRAP DPRD Bali Sindir Gunung Sampah Kenapa Tidak Ditukar Guling

Denpasar, Baliglobalnews

Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali Somvir menyindir kenapa gunung sampah TPA Suwung tidak ditukar guling, namun nota bena yang ditukar guling hutan mangrove.

“Kalau memang peduli Bali, kenapa tidak gunung sampah saja yang ditukargulingkan?” kata Somvir , saat rapat dengar pendapat (RDP) Pansus TRAP DPRD Bali dengan PT Bali Turtle Island Development (BTID) di DPRD Bali, Denpasar, pada Senin (11/5/2026).

Pertanyaan itu muncul dari Somvir, karena menyoroti masifnya pembangunan kawasan BTID yang dinilai mulai menggerus fungsi ekologis mangrove dan ruang hidup masyarakat pesisir Pulau Serangan.

Menurut dia, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan marina, hotel, dan kawasan komersial, sementara persoalan mendasar Bali seperti sampah justru terus dibiarkan menjadi beban masyarakat. “Jangan hanya bangun kawasan mewah. Bali ini juga sedang menghadapi ancaman gunung sampah. Kalau BTID benar-benar peduli Bali, tunjukkan tanggung jawab sosialnya,” katanya.

Somvir juga menyoroti ekspansi kawasan KEK Kura-kura luasnya sudah mendekati 500 hektare, serta mempertanyakan alasan pengembangan sebesar itu, yang pada akhirnya menimbulkan keresahan sosial dan dugaan kerusakan kawasan lindung. “Saya mengingatkan agar Bali tidak berubah menjadi lautan beton akibat pembangunan yang terlalu agresif. Jangan sampai air jadi daratan, daratan jadi air. Mangrove itu benteng alami Bali,” katanya.

Menurut Somvir, kawasan yang belum dibangun seharusnya dikembalikan menjadi ruang hijau dan hutan mangrove. Ia menilai keseimbangan alam jauh lebih penting dibanding ambisi ekspansi tanpa batas.

Pihaknya menyinggung ancaman abrasi dan tsunami jika kawasan pesisir terus direklamasi dan dibebani pembangunan besar-besaran. “Kalau tsunami datang, kawasan yang dibangun terlalu dekat laut bisa habis. Alam Bali harus dijaga,” ucapnya.

Somvir menegaskan Bali membutuhkan investasi, namun investasi yang tetap menghormati lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal. “Cari win-win solution. Bali harus maju, tapi jangan sampai rakyatnya kehilangan tanah, laut, dan ruang hidupnya sendiri,” ucapnya. (bgn008)26051111

Comments (0)
Add Comment