Denpasar, Baliglobalnews
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Provinsi Bali mendukung dan mengapresiasi Rancangan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027, sebesar Rp 6,1 triliun yang dialokasikan untuk menjawab 5 kebutuhan nyata masyarakat Bali.
Hal itu disampaikan Ni Kadek Darmini dalam Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan pada sidang Paripurna Ke-55, di Denpasar, pada Senin (26/10/2026). “Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali beserta seluruh jajaran eksekutif yang telah menyusun Dokumen Pengantar Raperda tentang APBD Semesta Berencana 2027. Penyusunan APBD bukan sekadar pemenuhan kewajiban konstitusional, melainkan instrumen strategis untuk menerjemahkan arah pembangunan ke dalam kebijakan fiskal yang berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Fraksi PDI Perjuangan memberikan dukungan penuh terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan lebih dari Rp4,5 triliun pada 2027, meningkat dari Rp4,3 triliun pada tahun 2026. Selain itu, Fraksi mendorong optimalisasi PAD melalui langkah-langkah positif dan modern seperti perbaikan administrasi, digitalisasi, penertiban kebocoran, dan optimalisasi aset daerah. Prinsipnya jelas. Kemudian tingkatkan kemandirian fiskal tanpa terus-menerus membebani masyarakat dengan pajak baru. “Ini adalah strategi cerdas untuk memastikan pembangunan Bali berkelanjutan, sekaligus menjaga iklim usaha pariwisata tetap kondusif,” ucapnya.
Fraksi PDI Perjuangan menyambut positif rencana belanja daerah lebih dari Rp6,1 triliun yang dialokasikan untuk menjawab 5 kebutuhan nyata masyarakat Bali seperti pengembangan infrastruktur air, irigasi, dan perlindungan sumber daya alam Bali. Kemudian, optimalisasi pelayanan kesehatan dan pendidikan
Penguatan pertanian, UMKM, dan ekonomi berbasis budaya. “Kami mendukung Langkah strategis atasi kemacetan dan kebutuhan transportasi publik Intensifikasi penanganan sampah dan pencemaran lingkungan,” ucapnya.
Fraksi PDI Perjuangan mendorong keterbukaan informasi yang berkelanjutan untuk memastikan setiap penyertaan modal benar-benar memberikan manfaat fiskal dan ekonomi bagi daerah, dengan kajian kelayakan investasi dan proyeksi dividen yang jelas. Ini adalah wujud komitmen transparansi untuk kepentingan publik.
Pemprov Bali mengusung tema Akselerasi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali dengan target makro pertumbuhan ekonomi 5,60–6,40%, kemiskinan 2,75–3,40%, dan pengangguran terbuka 1,75–2,25%. Sehingga, Fraksi PDI Perjuangan mendukung penuh target tersebut, dengan penekanan agar pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Fraksi mendukung percepatan transformasi ekonomi Bali sepanjang didukung indikator keberhasilan yang konkret dan terukur, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan, pembangunan harus memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat lokal, memperkuat pertanian dan UMKM, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan menjaga akses masyarakat lokal terhadap hunian dan ruang hidup yang layak. “Hal ini sekaligus menegaskan komitmen DPRD Provinsi Bali untuk tetap bersinergi dan selaras dengan Pemerintah Provinsi Bali sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, demi memastikan APBD benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Bali,” tegasnya.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya didampingi Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali I Wayan Disel Astawa dan Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. (bgn008)26102611