Tabanan, Baliglobalnews
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyatakan siap menjadi Tuan Rumah dalam menyambut Hari Keluarga Nasional Provinsi ke-30. Hal itu mengemuka saat Bupati menerima kunjungan dari Kepala BKKBN Provinsi Bali, Luh Gede Sukardiasih, beserta rombongan di Ruang Kerja Bupati Tabanan, pada Senin (10/4/2023).
Pertemuan kali ini membahas terkait penyelenggaraan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2023 mendatang yang akan diadakan di Kabupaten Tabanan. Bupati Sanjaya didampingi oleh Asisten Administrasi Umum, serta OPD terkait.
Menyambut Harganas, banyak hal yang dititikberatkan untuk mendapat perhatian khusus, yakni terkait inovasi-inovasi yang menjadi program unggulan Pemkab Tabanan, salah satunya; program Bangga Kencana dan Program penurunan Angka Stunting yang saat ini kian gencarnya disosialisasikan oleh Bupati Tabanan, begitu juga oleh Ketua TP PKK Tabanan dan Dinas terkait.
Menyambut gagasan ini, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi dan mendukung Tabanan sebagai lokasi kegiatan. Sanjaya mengatakan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting di kabupaten Tabanan merupakan hasil kerjasama yang baik antar lintas sektor. “Permasalahan stunting merupakan permasalahan semua pihak,tidak hanya BKKBN, sehingga semua lintas sektor harus terlibat di dalamnya,” katanya.
Bupati mengharapkan peran BKKBN Bali bersama lintas sektor terkait memastikan para calon pengantin untuk memahami stunting ini. “Tidak ada orangtua yang mau melahirkan anak stunting. Hanya saja masalahnya banyak orangtua yang tidak paham dengan stunting ini. Di sini saya harapkan peran BKKBN dan lintas sektor terkait. pastikan masyarakat baik itu calon pengantin maupun orang tua paham apa itu stunting, apa bahaya dari stunting dan bagaimana pencegahannya,” katanya.
Orang nomor satu di Tabanan itu berkomitmen mendukung program percepatan stunting dengan ikut serta menyampaikan informasi dan edukasi terkait stunting dalam kunjungan kerjanya di desa-desa di Kabupaten Tabanan. Bersinergi dengan penurunan kasus stunting ini, Pemkab Tabanan juga menerapkan program Semara Ratih, di mana penurunan angka stunting akan dimulai dari hulu dan melibatkan lintas sektor.
Dalam program Semara Ratih, kata dia, tidak hanya mempercepat proses surat-menyurat, namun lebih kepada mempersiapkan pengetahuan dan penguatan psikologi pasangan yang akan menikah, baik dari segi kesehatan, pemahaman hukum KDRT, agama, lingkungan, sosial, budaya dan sebagainya. Sehingga akan menciptakan keluarga harmonis serta menghasilkan keturunan dengan generasi emas yang bebas stunting.
Sementara Kepala BKKBN Provinsi Bali, Luh Gede Sukardiasih, menyebutkan bahwa hasil SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) Tahun 2022, Kabupaten Tabanan berhasil menurunkan prevalensi angka stunting satu digit, dari 9.2 menjadi 8.2 di tahun 2022. “Kami sangat mengapresiasi capaian Kabupaten Tabanan dalam menurunkan angka stunting, di samping tahun 2022, Kabupaten Tabanan juga merupakan Kabupaten dengan serapan dana DAK yang tinggi yaitu 70%” katanya.
Menurut Luh De, kendati berhasil menurunkan stunting, Tabanan masih perlu meningkatkan pencapaian peserta KB baru. “Peserta KB baru di Kabupaten Tabanan dianggap masih rendah dibandingkan dengan target yang diberikan, namun saya yakin hal ini karena pencatatan dan pelaporan yang belum optimal di bawah. Kalau pelayanan saya yakin sudah dilakukan dengan baik,” katanya.
Menurut Luh De, penyelenggaraan Harganas bertujuan sebagai pengingat pentingnya peran keluarga dalam membangun kesejahteraan keluarga maupun masyarakat, utamanya melalui komunikasi dan edukasi yang positif. Oleh sebab itu, dia mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. (bgn003)23041104