Denpasar, Baliglobalnews
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memroyeksikan kebutuhan uang kartal di Bali selama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri (Februari dan Maret 2026) mencapai Rp3,3 triliun, atau naik 6% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama tahun 2025 mencapai Rp3,1 triliun.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja dalam kegiatan Kick-Off Semarak Rupiah Ramadhan, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri (Serambi) Tahun 2026, di Depan Museum Bajra Sandhi Renon, Denpasar, pada Kamis (19/22026) mengatakan dengan kebutuhan UPB (Rp3,1 triliun) dan UPK (236 miliar), diyakini dapat memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat. “Bank Indonesia Provinsi Bali, berkolaborasi dengan perbankan lainnya, akan melayani penukaran di Provinsi Bali sebanyak 43 titik dengan 169 layanan di berbagai wilayah, selama Program Serambi 2026 pada 19 Februari hingga 13 Maret 2026, sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan uang bagi masyarakat dalam rangka menghadapi hari raya Nyepi dan Idul Fitri,” katanya.
Dia menyatakan kuota penukaran tersebut telah sediakan lebih banyak dari tahun lalu yaitu 22.286 paket, sehingga mendukung layanan yang lebih tertib, nyaman, dan terjadwal untuk masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan penukaran uang melalui aplikasi Pintar pada situs pintar.bi.go.id,” katanya.
Dia menyampaikan bahwa Serambi 2026 ini memiliki peran strategis untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap kebutuhan penukaran uang pecahan kecil yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan nasional yang saling berdekatan yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. “Terlebih Bali juga sebagai daerah wisata yang biasanya diikuti jumlah kunjungan yang meningkat di saat libur panjang hari raya, yang berarti pula ada tambahan kebutuhan uang pecahan kecil di masyarakat,” katanya.
Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara Nasional mengalami peningkatan 15,1% atau Rp 185,6 triliun, dengan kebutuhan UPB sebesar Rp164,3 triliun (naik 14,9% dari 2025) dan UPK sebesar Rp21,3 triliun (naik 16,5% dari 2025).
Dia mengatakan, Kick Off Serambi 2026 merupakan langkah persiapan layanan penukaran uang bagi masyarakat terutama jelang hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri. “Peran strategis BI dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan penukaran uang dengan kualitas baik dan pecahan yang sesuai,” katanya.
Dengan adanya pelayanan penukaran uang ini, kata dia, sejalan dengan komitmen BI menjamin kebutuhan masyarakat. Selain juga upaya merawat kebersamaan dan keberagaman di Bali agar selaras dalam semangat menjaga stabilitas ekonomi.
Selain layanan penukaran uang, BI Bali juga memperkenalkan sejumlah program diantaranya Edukasi Cinta, Bangga dan Paham uang rupiah melalui Edukator Dewata. Pada kesempatan yang sama Bank Indonesia turut menyalurkan bantuan sosial penyerahan 400 Paket Sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendukung langkah Bank Indonesia dalam menghadirkan Serambi 2026 sebagai bentuk komitmen memenuhi kebutuhan layanan penukaran uang bagi masyarakat Bali khususnya menjelang hari besar keagamaan. “Program Serambi ini menjadi wujud nyata komitmen BI dalam menjaga ketersediaan Rupiah yang berkualitas, layak edar, dan terpercaya di Bali,” ujarnya.
Arya Wibawa juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran uang melalui jalur resmi yang telah disediakan. Pihaknya juga mendukung penuh program Edukator Dewata BI.
“Ditunjuknya perwakilan anak- anak muda di Bali sebagai edukator meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukator Dewata ini kami harap terus berjalan aktif mengedukasi masyarakat Bali tentang ciri keaslian uang, perawatan uang, serta penukaran uang pecahan kecil, ” ujarnya. (bgn008)26022209