Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Solid dan Jaga Fundamental Bisnis Tetap Kuat

Denpasar, Baliglobalnews

Bank BPD Bali mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, ditopang oleh pertumbuhan aset, penyaluran kredit serta inovasi produk dan layanan digital yang semakin agresif. Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, Bank BPD Bali mampu menjaga fundamental bisnis tetap kuat dan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menyampaikan pada tanggal 3 Februari 2026, Bank BPD Bali telah menggelar RUPS Tahun Buku 2025. “Pemegang saham Bank BPD Bali menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, laporan keuangan perseroan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris tahun buku 2025, serta memutuskan pembagian dividen untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp826,10 miliar dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh perseroan pada tahun buku 2025 sebesar Rp1.101,47 miliar atau tumbuh sebesar 25,39 persen (yoy). Pembagian dividen tahun buku 2025 meningkat sebesar 25 persen dari pembagian dividen tahun sebelumnya yakni sebesar Rp658,85 miliar,” kata Sudharma kepada wartawan di Denpasar pada Selasa (3/2/2026) sore.

Menurut Sudharma, selama Tahun Buku 2025 Bank BPD Bali mendapatkan setoran modal Rp473 miliar sehingga modal setor sampai dengan 31 Desember 2025 Rp2,88 triliun dengan modal inti Rp5,39 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, kata dia, Bank BPD Bali mencatatkan total aset sebesar Rp41,38 triliun. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,01 persen (yoy) dan berhasil menembus 101,59 persen dari target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang ditetapkan sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, lanjutnya, penyaluran kredit juga menunjukkan kinerja positif. Total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp25 triliun, tumbuh 9,51 persen (yoy) dengan pertumbuhan Kredit UMKM sebesar 9,23 persen atau Rp12,769 triliun dan didukung dengan penyaluran KUR sebesar Rp1,769 triliun.

Dia menyampaikan pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM dan program pembangunan daerah. “Pertumbuhan kredit tersebut bukan hanya soal angka statistik semata, melainkan wujud nyata komitmen Bank BPD Bali dalam membantu mewujudkan mimpi-mimpi para pelaku usaha kecil dan mendukung penuh program pembangunan daerah agar roda ekonomi Bali terus berputar dinamis secara inklusif,” terangnya.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp33,85 triliun atau tumbuh 5,24 persen (yoy). Pertumbuhan DPK ditopang oleh peningkatan giro dan tabungan masyarakat terlihat dari rasio CASA sebesar 69,09 persen, mencerminkan kepercayaan publik yang terus terjaga terhadap Bank BPD Bali.

Kinerja Bank BPD Bali tetap sehat, tercermin pada rasio keuangan antara lain rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 29,30 persen, rasio kredit bermasalah (NPL gross) yang terjaga di level 0,80 persen, rasio NIM sebesar 6,33 persen serta rasio BOPO yang membaik menjadi 62,42 persen.

Selain kinerja keuangan yang solid, Bank BPD Bali selalu mengutamakan peningkatan kualitas pelayanan terhadap nasabah, tercatat sepanjang tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Bank BPD Bali dalam menghadirkan berbagai inovasi produk dan layanan. (bgn008)26040207

bankBPDBali
Comments (0)
Add Comment