200 Penulis Ramaikan UWRF 2026

Denpasar, Baliglobalnews

Tercatat 200 penulis siap meramaikan acara Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 pada 21-25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi suara perempuan dan generasi baru penulis Bali melalui program Emerging Writers Programme yang menjadi bagian dari penyelenggaraan festival.

“UWRF 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 penulis di Ubud, termasuk diskusi, peluncuran 49 buku, pemutaran film, pementasan teater, pembacaan puisi, serta berbagai kegiatan gratis yang terbuka bagi masyarakat,” kata Pendiri sekaligus Direktur UWRF Janet DeNeefe, di Sanur, Denpasar, pada Kamis (8/10/2026).

Dia menyampaikan festival yang memasuki tahun ke-23 tersebut terus berupaya menjadi ruang bagi berbagai suara untuk bertemu, berbicara, dan saling mendengarkan. “Ubud Writers & Readers Festival lahir setelah tragedi bom Bali sebagai sebuah upaya untuk membantu masyarakat menyembuhkan diri dan perlahan melangkah maju,” katanya.

Semangat mempertemukan orang, kata dia, membuka ruang percakapan, dan membangun kembali rasa kebersamaan terus menjadi bagian penting dari penyelenggaraan UWRF.

Selain Nityasa, sejumlah nama dari Bali juga akan hadir dalam UWRF 2026, antara lain I Nyoman Darma Putra, Ni Nyoman Ayu Suciartini, Agung Wardana, Oka Rusmini, Tan Lioe Ie, dan Kadek Sonia Piscayanti.

Festival juga menghadirkan sejumlah program yang mengangkat isu perempuan, budaya, teknologi, dan perkembangan masyarakat, sehingga menjadi ruang pertemuan antara penulis lintas generasi dengan pembaca dari Indonesia maupun berbagai negara.

Pendiri Yayasan Mudra Swari Saraswati I Ketut Suardana mengatakan konsep Samarasā tidak hanya berkaitan dengan gagasan filosofis, tetapi juga bagaimana manusia membangun hubungan dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. “Kehadiran penulis muda tersebut sejalan dengan semangat UWRF 2026 yang mengusung tema Samarasā: Awareness. Empathy. Action. Dimana, tema yang diangkat yakni kesadaran, empati, dan tindakan itu menjadi landasan festival dalam mempertemukan berbagai perspektif melalui sastra, seni, dan budaya,” katanya. (bgn008)26100810

200 Penulis RamaikanUWRF 2026
Comments (0)
Add Comment