OJK Bali Catatan Kinerja Perbankan di Pulau Dewata Bertumbuh
Denpasar, Baliglobalnews
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat kinerja intermediasi perbankan (bank umum dan BPR) di Pulau Dewata bertumbuh. Terdata, dari pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap tumbuh positif dan terjaga stabil.
“Penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh positif sebesar 6,92 persen dari tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp119,29 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 7,11 persen yoy menjadi Rp143,66 triliun,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman di Denpasar pada Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan jenis penggunaannya, pria yang akrab disapa Jimi ini menilai pertumbuhan kredit yoy masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp5,99 triliun.atau 17,00 persen yoy, utamanya ditopang oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta real estat. “Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di Provinsi Bali,” katanya.
Dia menyebutkan kredit konsumsi tumbuh 4,75 persen yoy dan kredit modal kerja termoderasi -0,24 persen yoy. Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,19 persen kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan positif sebesar 4,39 persen yoy. “Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bali masih lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan,” katanya.
Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi oleh sektor bukan lapangan usaha sebesar 33,63 persen (tumbuh 4,75 persen yoy) dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 27,31 persen (tumbuh 1,81 persen yoy). “Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum yang bertambah sebesar Rp2,21 triliun (tumbuh 17,02 persen yoy) dan sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar Rp1,82 triliun (tumbuh 4,75 persen yoy),” ucapnya.
Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tetap tumbuh positif sebesar 6,66 persen yoy mencapai Rp204,33 triliun. Berdasarkan jenisnya, peningkatan DPK ditopang oleh kenaikan nominal tabungan sebesar Rp7,01 triliun. “Fungsi intermediasi masih menunjukkan tingkat yang positif tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) posisi Januari 2026 sebesar 58,38 persen,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali, tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,60 persen lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. “Kami di OJK Provinsi Bali menilai stabilitas industri jasa keuangan (IJK) di Provinsi Bali, tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik, profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai,” jelasnya. (bgn008)26041104