Media Informasi Masyarakat

Wayan Koster Rancang Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul Bermotif Ukiran Kuno Khas Nusa Penida

Nusa Penida, Baliglobalnews

Sejarah pembangunan infrastruktur diciptakan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Pulau Nusa Penida. Pulau yang terkenal akan suasana spiritualnya dengan keberadaan Pura Dalem Ped, serta dilengkapi oleh pesona alam yang menjadi daya tarik wisata, tercatat Pulau yang berada di tenggara Pulau Bali ini selalu dihadapi oleh kondisi pelabuhan yang tidak memberikan kesan aman dan nyaman bagi masyarakat atau wisatawan yang memasuki pintu gerbang Nusa Penida.

Merujuk dari masalah tersebut, Gubernur Koster akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya tepat pada Hari Purnama, Senin, Soma, Umanis, Tolu (3/8), di mana sejarah yang dia lakukan di tengah pandemi Covid-19 ini berhasil mengajak Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi melaksanakan Ground Breaking Pelabuhan Nusa Penida di Sampalan dan Pelabuhan Nusa Ceningan di Bias Munjul yang kedepannya akan menghubungkan langsung ke Pelabuhan Sanur di Matahari Terbit atau dikenal dengan sebutan Pelabuhan Segi Tiga Emas di Bali.

Gubernur Koster akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat atau wisatawan yang memasuki pintu gerbang Nusa Penida.
tepat pada Hari Purnama, Senin, Soma, Umanis, Tolu (3/8).

Sejarah selanjutnya yang ingin diciptakan Gubernur Koster, ialah membangkitkan kembali seni arsitektur khas Nusa Penida, yang selama ini tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya. Sehingga pembangunan Pelabuhan Nusa Penida di Sampalan dan Pelabuhan Nusa Ceningan di Bias Munjul yang mengambil tema Alam Semesta Segara – Wukir, Tradisi Pulau Guru – Nusa Tiga itu akan memenuhi interior ruangan dikedua pelabuhan tersebut. 

”Arsitektur bangunannya, ruang dalamnya/interior, arsitektur ruang luarnya akan didesain dengan muatan kearifan lokal Nusa Penida. Kemudian ukiran kuno Nusa Penida yang terdapat di Pura Batu Medawu, Pura Puncak Mundi, Pura Sahab, Pura Prajapati Sampalan, Pura Puseh Lembongan juga akan ditampilkan di bangunan pelabuhan tersebut. Karena Nusa Penida memiliki Kain Cepuk dan Kain Rangrang, maka desain pelabuhan di Sampalan dan Bias Munjul itu juga akan memiliki motif kain Cepuk dan kain Rangrang yang dikombinasikan dengan ukiran kuno tersebut,” ujar mantan Anggota DPR-RI tiga periode itu seraya berharap ukiran tersebbut dilestarikan keberadaannya.

Gubernur Koster akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat atau wisatawan yang memasuki pintu gerbang Nusa Penida.
tepat pada Hari Purnama, Senin, Soma, Umanis, Tolu (3/8).

Alasan Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu memasukkan konten kearifan lokal pada gaya bangunan di kedua pelabuhan tersebut, karena Wayan Koster konsisten berpegang teguh pada Perda No. 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang resmi diberlakukan pada Kamis (16/7) lalu. (bgn/hms)20080318

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

- Advertisement -

Comments
Loading...