Walikota Jaya Negara Nuek Bagia Pulakerti, Tandai Penyineban Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek.
Singaraja, Baliglobalnews
Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri penyineban karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur tabuh gentuh, mapedudusan agung menawa ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek, Buleleng, pada Minggu (28/6/2026). Selaku pangrajeg karya, Walikota Jaya Negara mengikuti prosesi nuek bagia pulakerti.
Klian Desa Adat Sumber Klampok I Putu Artana selaku pengempon pura mengatakan pujawali di Pura Payogan Agung dan Pura Beji Segara Rupek jatuh setiap tahun sekali bertepatan dengan Tilem Sadha. Dimana, pada tahun ini dilaksanakan karya memungkah, ngenteg linggih, tawur tabuh gentuh, mapedudusan agung menawa ratna di kedua pura tersebut.
Rangkaian karya telah berlangsung sejak 1 Mei lalu yang diawali dengan matur piuning karya. Selanjutnya pada 12 Juni dilaksanakan upacara Tawur yang dilanjutkan dengan upacara melasti keesokan harinya pada 13 Junu lalu. Sementara itu, puncak karya telah berlangsung pada Tilem Sasih Sadha pada Minggu (14/6) lalu. Selanjutnya dilaksanakan bakti penganyar hingga penyineban. Nantinya, sehari setelah penyineban pada Senin (28/6) mendatang akan dilaksanakan upacara nyegara gunung dan sebagai pemuput karya akan dilaksanakan bulan pitung dina karya pada 26 Juli mendatang. “Semoga dengan pelaksanaan karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur tabuh gentuh, mapedudusan agung menawa ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung dan Taman Beji Segara Rupek ini dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia serta semua umat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ujarnya
Sementara Jaya Negara mengatakan rangkaian pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Pujawali ini juga diharapkan menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.
Jaya Negara mengaku bersyukur, seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar. Tentunya, dengan semangat gotong royong serta semangat ngayah tulus ikhlas, seluruh rangkaian karya hingga nutug bulan pitung dina dapat berjalan lancar. “Dengan pelaksanaan karya agung ini mari kita tingkatkan rasa srada bakti sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (*/bgn003)26062801