Media Informasi Masyarakat

UNR Lepas 486 Wisudawan, AHY Beri Orasi Ilmiah

Badung, Baliglobalnews

Universitas Ngurah Rai (UNR), Bali, melepas 486 lulusan dalam Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII Tahun 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada Sabtu (7/11/2026).

Rektor UNR Ni Putu Tirka Widanti mengatakan dari total 486 wisudawan, 85 orang merupakan lulusan Program Pascasarjana. Rinciannya, 42 lulusan Magister Administrasi Publik (MAP), 26 lulusan Magister Hukum (MH), dan 17 orang merupakan lulusan perdana Magister Manajemen Inovasi (MMI). Sementara itu, dari program sarjana dan profesi, Fakultas Hukum meluluskan 127 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 125 orang, Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 86 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora 63 orang.

“Wisuda tahun ini mengusung tema Lulusan Universitas Ngurah Rai Mengisi Semangat Kemerdekaan melalui Penguatan Kompetensi, Inovasi, dan Pengabdian berlandaskan Kerakyatan dan Tri Hita Karana untuk Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” katanya.

Pihaknya mendorong bagi para lulusan untuk menginternalisasi nilai-nilai kemerdekaan melalui keunggulan akademik, literasi teknologi AI, serta kepekaan sosial yang berlandaskan Tri Hita Karana, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Melalui nilai-nilai tersebut, kata Rektor, lulusan UNR diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia kerja.

Dia menyebutkan sejumlah capaian akademik dan prestasi mahasiswa. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora mencatatkan IPK tertinggi 3,99 dengan rata-rata IPK lulusan 3,73. Lulusan tercepat menyelesaikan pendidikan dalam waktu tiga tahun enam bulan.

Tahun 2026, kata dia, juga menjadi momentum penguatan mutu kelembagaan UNR. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri.

Penguatan kualitas sumber daya dosen juga terus dilakukan. Saat ini UNR diperkuat empat orang guru besar atau profesor. Selain itu, terdapat penambahan tiga dosen dengan jabatan associate professor, masing-masing dua orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta satu orang dari Fakultas Hukum. Secara keseluruhan, UNR memiliki 36 dosen pada jenjang Lektor Kepala atau Associate Professor dan Lektor atau Assistant Professor.

Peningkatan kualitas SDM tersebut turut ditopang dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Sejumlah dosen dari fakultas lainnya juga tengah menempuh pendidikan doktoral.

Dalam bidang penelitian dan publikasi, dosen UNR secara produktif menghasilkan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA hingga jurnal internasional bereputasi Scopus. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNR juga berhasil memperoleh sejumlah hibah riset, di antaranya Hibah Riset Nasional BRIN 2026, Hibah Dikti, dan Hibah Kosabangsa.

Dia menyampaikan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga diwujudkan melalui berbagai program pengabdian dan kerja sama internasional. Di antaranya literasi sampah plastik di Pasar Yadnya Blahbatuh, pendampingan Desa Wisata Penatih Dangin Puri bersama National University of Singapore (NUS), serta program New Colombo Plan bersama Canberra University Australia.

UNR juga mengembangkan kerja sama melalui program Urban Beyond Urban di Vietnam, riset bersama Yamanishi University Jepang, serta kerja sama penelitian dengan Charles Darwin University (CDU) Australia. Selain itu, sejumlah mahasiswa CDU turut berkunjung ke UNR untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.

Sementara dalam orasi ilmiah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, dan persaingan dunia kerja. “Wisuda ini, bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab moral para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Para lulusan diharapkan mampu menerjemahkan kompetensi akademik menjadi karya dan pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.

AHY menilai Indonesia ke depan akan menghadapi berbagai tantangan di tengah ketidakpastian global. Mulai dari pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), kompetisi global, hingga krisis iklim yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air bersih.

Dia menilai potensi Bali yang memiliki peluang besar, terutama pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, pengembangan sektor tersebut perlu ditopang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat luas. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Bali, menurutnya, harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. “Filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam memiliki relevansi penting sebagai landasan pembangunan berkelanjutan. Harmoni dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan juga dengan alam. Ini akan menghadirkan semangat pembangunan yang berkelanjutan karena kita bertanggung jawab bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk anak cucu kita dan generasi penerus bangsa,” katanya.

Menurut AHY, pendidikan merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan transformasi suatu bangsa, serta penguatan kualitas SDM atau human capital menjadi salah satu faktor yang membedakan negara maju dengan negara yang masih berkembang. (Adv/bgn008)26110706

Comments
Loading...