Tekan Angka Laka Lantas, Polres Tabanan Siapkan Ribuan Agen Edukasi Tertib Lalu-lintas
Tabanan, Baliglobalnews
Kepolisian Resor (Polres) Tabanan resmi meluncurkan program penguatan keamanan sekolah melalui pelantikan 1.012 anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Tabanan di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan, pada Selasa (10/10/2026).
Para pelajar ini dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam membantu kelancaran arus lalu lintas di lingkungan sekolah serta menjadi agen edukasi bagi rekan sebaya.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menyampaikan bahwa ribuan anggota PKS yang telah dilantik ini akan dibekali pelatihan khusus dari Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan. Fokus utamanya adalah membantu pengaturan lalu lintas di masing-masing sekolah dan menularkan ilmu tata cara berkendara yang benar. “Besar harapan kami, adik-adik ini selain membantu sekolahnya melancarkan arus lalu lintas, juga bisa mengedukasi teman-temannya tentang bagaimana tata cara berlalu lintas yang baik dan benar,” ujar AKBP Bayu Pati usai upacara pelantikan.
Menurut dia, kedisiplinan yang dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah diharapkan mampu menular ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga angka kecelakaan yang merenggut banyak korban jiwa dapat ditekan.
AKBP Bayu Pati merinci momentum pelantikan ini juga menjadi ajang refleksi atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tabanan. Berdasarkan data kepolisian hingga 9 Februari 2026, telah tercatat 129 kejadian kecelakaan. “Dari kejadian tersebut, korban meninggal dunia tercatat 7 orang, luka berat 1 orang, dan luka ringan 155 orang dengan kerugian material mencapai lebih dari Rp117 juta. Mirisnya, sebagian besar korban berada pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 35 tahun,” katanya.
Menyikapi data tersebut, Kapolres menekankan penggunaan helm saat mengenakan pakaian adat ke sekolah maupun ke pura. Mengingat tingginya angka fatalitas kecelakaan, toleransi penggunaan atribut adat tanpa helm mulai diperketat. “Memang selama ini diberikan toleransi bagi yang berpakaian adat. Tapi karena helm adalah prioritas utama keselamatan, kami mewajibkan seluruh masyarakat, termasuk pelajar yang menggunakan pakaian adat, untuk tetap menggunakan helm demi keselamatan,” tegasnya.
Melalui gerakan PKS ini, Polres Tabanan ingin membangun kesadaran kolektif bahwa aturan lalu lintas berlaku untuk semua situasi, termasuk saat kegiatan adat dan budaya. Diharapkan, pelajar PKS dapat menjadi role model yang mampu memberikan contoh tanggung jawab di jalan raya. “Harapan kita adalah mewujudkan masyarakat yang peduli antara satu dengan yang lainnya, sehingga cita-cita menuju zero accident di Kabupaten Tabanan bisa tercapai,” pungkasnya.
Usai upacara, kegiatan dimeriahkan dengan berbagai atraksi kemampuan para peserta. Di antaranya peragaan 12 gerakan pengaturan lalu lintas oleh anggota PKS, penampilan menggemaskan dari Polisi Cilik (Pocil) Polres Tabanan, serta peragaan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) dari SMAN 1 Kediri yang memukau undangan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Dandim 1619 Tabanan, jajaran Forkopimda, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, dan kepala sekolah se-Kabupaten Tabanan. (bgn020)26021011