Media Informasi Masyarakat

Taman Beji Panglukatan Campuan Telu Dipercaya Dapat Sembuhkan Penyakit dan Mohon Momongan

Mangupura, Baliglobalnews

Taman Beji Panglukatan Campuan Telu merupakan salah satu tempat panglukatan yang letaknya di Banjar Bedil, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Badung. Untuk mencapai lokasi taman beji tersebut memerlukan waktu kurang lebih dua puluh menit dari Puspem Badung, Sempidi.

I Wayan Darma

Pemiik tanah lokasi taman beji, I Wayan Darma, yang ditemui pada Sabtu (22/8) mengatakan mulanya sebidang tanah yang terletak di Munduk Sana, Subak Lepud, adalah tanah tegalan dengan air pancoran yang tidak pernah kering. Letaknya memang agak di bawah saluran air Munduk Ngabetan/Pengabetan, akan tetapi air pancoran tidak keruh walaupun air telabah atau saluran air munduk Ngabetan kotor. Dan air pancoran tidak kering walaupun air telabah itu kering.

Masyarakat sekitar yakin pancoran itu mempunyai mukjizat yang dapat menyembuhkan sakit mata, sakit kulit, kepala dan sejenisnya. Tempat itu sering dijadikan tempat meditasi dan memohon anugerah berupa ketenangan batin, penuntun mencari kawitan dan ada juga mohon petunjuk bagi pasangan suami-istri yang sudah lama menikah namun belum punya momongan.

taman beji 

Suasana di sekitar taman beji sangat sejuk, aman dan tenang dengan suara air yang gemericik dan suara burung, menambah kesan magisnya.

Hal yang sama juga diungkapkan I Ketut Kerta dan juga Pemangku Pura Batu Bolong. ”Sejak dulu para petani di sekitarnya, Munduk Moncos, Munduk Sana, Munduk Apuan mencari air minum ke pancoran ini untuk bekal selama di sawah dan juga dibawa pulang,” kata Darma yang juga mantan Kelian Dinas Banjar Bedil.

Pancoran itu konon bernama Pancoran Beji Dalem Gulingan. Ada juga yang menyebut Pancoran Jepun, karena dulunya memang ada pohon kamboja atau jepun besar di atas pancoran. Nama pancoran Beji Dalem Gulingan masih dilacak pemiliknya, apakah ada hubungannya dengan Pura Dalem Baha Wed (asal) yang terletak di dekat Desa Gulingan yang kini telah ditinggal karena sudah dipindahkan baik pura maupun kuburannya ke daerah ujung selatan Desa Baha.

suasana taman beji

Tentang pindahnya letak Pura Dalem Baha dan kuburan Baha, kata dia, tidak banyak yang mengetahui karena dahulu jalan menuju kuburan (dului alas Baha) dekat Gulingan terputus, sehingga masyarakat yang mengubur mayat tidak bisa lewat.

Kini masih ada bekas bangunan dan kolam sebagai bukti bahwa dahulu di situlah Pura Dalem Baha berada. Tentang kaitan nama pancoran Beji Dalem Gulingan atau pancoran Jepun dengan Pupa Dalem Baha lama masih menjadi pertanyaan bagi Darma.

Kini pancoran Jepun atau Beji Dalem Gulingan diberi nama Pedukuhan Ratu Lingsir Dukuh sakti lan Taman Beji Panglukatan Campuan Telu, karena ada tiga aliran air menjadi satu dari arah utara, selatan dan barat. Secara spiritual beberapa orang yang menekuni perjalanan spiritual mengatakan jauh sebelum Taman ini berbenah sudah disampaikan kepada pemilik bahwa akan segera taman ini bangun dengan Palinggih Ida Dukuh. (Ida Siwa tedun ring jagate meraga brahmaning sujati maperage ratu lingsir Dukuh Sakti. Ida semedi ring titik jagatbaha neduning tirta utama (beji campuan telu) Brahma, Wisnu, Siwa (Narayana).

taman beji pengelukatan capuhan telu

”Ya, benar saja pada purnama sasih kedasa 2020, saat-saat dunia dicekam Covid-19, banyak orang menjadikan tempat ini sebagi tempat mengheningkan pikiran, dan pemilik mulai menggarap, Beji mulai digarap secara sederhana dibangun kolam rendam, permandian dan tempat panglukatan, satu pancoran khusus bagi pemedek yang mohon anugerah kesembuhan bagi yang meyakini,” katanya.

Sekarang keseharian banyak pengunjung ada anak-anak yang sekadar mandi, merendam ada juga yang melukat da ada juga pada malam hari baik misalnya keliwon, tumpek, purnama dan tilem banyak yang melakukan meditasi di sana.

Menurut Darma, dibangunnya Taman Beji tersebut, karena mendapat petunjuk dari beberapa orang yang datang dan menceritakan mimpi dan pengalamannya tempat itu serta hasil perenungan pemilik atas keadaan keluarga besarnya di mana ibunya, bibinya, neneknya terdahulu meninggal dalam usia muda. Juga pemilik mendapat perasaan nyaman dan tenang di tegalnya ini. Keyakinannya bertambah setelah banyaknya pemangku/pinandita dari desa luar datang dan beberapa orang spiritual dan mengajak temannya yang sakit melukat.

Kini sedang direncanakan penggarapan Palinggih Dukuh, dan konon menurut terawangan orang yang pedek tangkil mengatakan bahwa Palinggih Dukuh akan segera berdiri. Semogalah semua membawa kemujijatan bagi kehidupan ini. (bgn/wid)20082229

  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

- Advertisement -

Source baliglobalnews.id
Comments
Loading...