Sidak Lapangan Penebel, Ketua DPRD Tabanan Dorong Evaluasi Total Kualitas Proyek APBD
Singasana, Baliglobalnews
Kondisi Lapangan Umum Penebel yang sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa turun langsung meninjau kondisi fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah tersebut pada Rabu (20/5/2026).
Langkah “turun gunung” ini dilakukan Arnawa tidak hanya selaku pimpinan dewan, melainkan juga kapasitasnya sebagai kader yang berasal dari wilayah Kecamatan Penebel. Dia ingin melihat secara objektif kondisi riil di lapangan setelah menerima banyak keluhan dari masyarakat di dunia maya.
Setelah meninjau langsung setiap sudut fasilitas olahraga tersebut, Ketua DPRD Tabanan mengaku sangat terkejut sekaligus kecewa. Dia menilai proyek yang menelan anggaran daerah senilai kurang lebih Rp2,2 miliar tersebut jauh dari kata layak dan tidak sebanding dengan besarnya dana yang digelontorkan. “Melihat pekerjaannya, volumenya, serta melihat kondisinya secara langsung, saya menilai ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Dia menyoroti beberapa aspek fisik proyek yang baru saja rampung dikerjakan, salah satunya adalah area jogging track (tracking) yang permukaannya sudah selesai dipasangi paving. Menurut dia, kualitas pengerjaan di area tersebut sangat rapuh dan terkesan asal-asalan karena langsung menunjukkan tanda-tanda kerusakan pasca-konstruksi.
Selain kualitas fisik bangunan, sorotan tajam legislatif juga mengarah pada nihilnya manajemen perawatan pascaproyek. Arnawa melihat kawasan lapangan tersebut sama sekali tidak tersentuh oleh upaya pemeliharaan berkala setelah diserahterimakan. “Jangan sampai kita ini hanya bisa membangun, namun tidak bisa memelihara. Anggaran miliaran rupiah ini bersumber dari rakyat, kasihan melihat kondisinya menjadi sia-sia seperti ini,” katanya.
Dia pun mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk tidak lepas tangan. Arnawa berharap ke depannya setiap perencanaan pembangunan fasilitas publik di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan wajib menyertakan atau mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin (maintenance) yang jelas di dalam APBD.
Dia mengajak semua pihak untuk memikirkan keberlanjutan fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan dana APBD. Dengan adanya perawatan rutin, bangunan dan fasilitas umum bisa bertahan lebih lama dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Lapangan Umum Penebel selama ini menjadi salah satu ruang publik yang cukup aktif digunakan warga. Selain dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga seperti jogging dan sepak bola, kawasan tersebut juga sering dipakai untuk kegiatan sosial masyarakat hingga aktivitas anak muda. “Saya memohon kepada semua pihak untuk ikut memikirkan nasib lapangan ini. Harus segera disiapkan biaya perawatan agar fasilitas ini bisa diselamatkan, diperbaiki, dan dapat dipergunakan dengan layak oleh masyarakat Penebel,” pungkasnya. (*/bgn020)26052116