Media Informasi Masyarakat

Siap Tampil Perdana di Porprov Bali XVI Tahun 2025, Cabor Bola Tangan Pastikan Venue GOR Debes Siap 80 Persen

Tabanan, Baliglobalnews 

Cabang olahraga (cabor) bola tangan menyatakan kesiapannya untuk tampil perdana di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025. Persiapan keseluruhan telah mencapai 80 persen, dan cabor ini akan mulai bertanding pada (7/9/2025) mendatang di GOR Debes, Kabupaten Tabanan.

Hal itu disampaikan oleh Technical Delegate (TD) Bola Tangan I Wayan Repiyasa saat dimintai konfirmasi pada Selasa (26/8/2025). Dia menyampaikan semua persiapan telah dimatangkan, mulai dari kepanitiaan, perwasitan, hingga venue pertandingan. “Persiapannya sudah hampir 80 persen. Tinggal kami melakukan eksekusi yang nanti akan dimulai pada tanggal 7 September ini di GOR Debes,” ujarnya.

Menurut dia, GOR Debes di Tabanan dipilih karena dianggap sebagai salah satu venue yang paling memenuhi standar untuk cabor bola tangan. Panjang lapangan di GOR Debes mencapai 36 meter, sudah mendekati standar nasional sebesar 40 meter, sementara lebarnya sudah sesuai standar 20 meter. “GOR Debes ini yang kami rasa untuk bola tangan sudah hampir mendekati standar nasional dan terdekat juga tempatnya dari lain seperti GOR Jembrana yang lumayan dan Karangasem juga,” katanya.

Meski masih tergolong cabor baru yang sedang berkembang, bola tangan di Porprov Bali 2025 akan diikuti oleh empat kontingen, yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, dan Buleleng. Jumlah ini berkurang dari enam kontingen pada Porprov sebelumnya yang masih berstatus eksibisi. Ketidakikutsertaan Gianyar, Klungkung, dan Denpasar disebabkan oleh habisnya masa kepengurusan dan kendala administrasi.

Repiyasa tetap optimis, meski hanya diikuti empat kontingen, pertandingan tetap bisa berjalan dan menghasilkan peringkat 1, 2, dan 3. Selain itu, dia juga memiliki harapan besar untuk para atlet. “Harapan kami, setelah Porprov ini ada Kejurnas, setelah Kejurnas kami juga sudah dilirik untuk Sea Games,” ungkap Repiyasa. Seraya berharap atlet yang berkompetisi di Porprov ini dapat mengikuti jejak atlet senior yang sudah meraih peringkat ketiga di ASEAN Handball.

Mengingat bola tangan adalah olahraga keras dengan usia yang masih berkembang, Repiyasa menyebut bahwa mereka masih merekrut atlet dengan rentang usia 16 tahun ke atas. (bgn020)25082613

Comments
Loading...