Media Informasi Masyarakat

Seorang Nenek Ajukan Eksepsi karena Jadi Terdakwa Dugaan Pemalsuan Silsilah

Denpasar, Baliglobalnews

Seorang nenek berusia 93 tahun bernama Ni Nyoman Reja, melalui kuasai hukumnya, mengajukan upaya hukum eksepsi (keberatan) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (22/5/2025). Pasalnya, dalam sidang sebelumnya nenek Reja didakwa jaksa karena dugaan melakukan pemalsuan silsilah keluarga.

Dalam eksepsinya di persidangan, perempuan asal Jimbaran, Kuta Selatan, Badung yang duduk di kursi roda saat sidang melalui penasihat hukumnya, Vicensius Jala, menyebut kliennya sudah pikun dan kesulitan memberi keterangan secara konsisten. “Setelah ditanya sesuatu, sesaat sebelumnya dia lupa dengan ucapannya. Dan, kondisi psikis Nyoman Reja juga terganggu karena kasus ini,” ucap Vicensius.

Dia menuturkan, nenek Reja sering tidak bisa tidur dan mengkhawatirkan dua anaknya yang ditahan dalam kasus tersebut, salah satunya I Made Dharma. Menurut dia, Nyoman Reja tidak tahu-menahu soal pemalsuan silsilah dan kemungkinan hanya ikut menandatangani dokumen tanpa memahami isinya. “Dia mungkin dijempolin sama yang buat. Ditanya pernah tanda tangan surat? Dia jawab pernah, tapi sambil nunjuk orang lain,” ujarnya.

Penasihat hukum menilai, usia dan kondisi kesehatan Reja sudah tidak memungkinkan untuk bertanggung jawab secara pidana. “Dari sisi perbuatannya mungkin ada, tetapi dalam hukum pidana yang diutamakan adalah niat (mens rea),” katanya.

Dia juga menekankan bahwa kasus ini semestinya diselesaikan lewat jalur perdata, bukan pidana. “Pidana itu adalah ultimum remedium, upaya terakhir. Harusnya perkara ini diselesaikan melalui gugatan perdata terlebih dahulu,” terangnya.

Dalam perkara ini, Nyoman Reja didakwa bersama 16 terdakwa lainnya yang masih merupakan keluarga besar, mulai dari anak, cucu, hingga sepupu. Mereka antara lain I Made Dharma (64), I Ketut Sukadana (58) I Made Nelson (56), Ni Wayan Suweni (55), I Ketut Suardana (51), I Made Mariana, (54), I Wayan Sudartha, (57), I Wayan Arjana, (48), I Ketut Alit Jenata (50), I Gede Wahyudi, (30), I Nyoman Astawa (55), I Made Alit Saputra (45), I Made Putra Wiryana (22), I Nyoman Sumertha, (63), I Ketut Senta (78), dan I Made Atmaja (61). Mereka didakwa melanggar Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP serta Pasal 277 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP karena diduga membuat atau menggunakan silsilah palsu untuk menggugat hak atas tanah warisan.

Salah satu kuasa hukum, Warsa T. Bhuwana, menyebut dakwaan JPU prematur karena perkara pokoknya masih berupa sengketa keabsahan silsilah yang belum diputus secara hukum tetap. “Perkara ini seharusnya menjadi ranah perdata, dan belum dapat dibawa ke ranah pidana,” ujarnya.

Dia menilai dakwaan melanggar ketentuan Pasal 143 ayat (2) dan (3) KUHAP serta mengandung prejudicieel geschil atau sengketa perdata yang harus didahulukan, sesuai Perma No. 1 Tahun 1956.

Tim kuasa hukum pun meminta majelis hakim agar menerima nota keberatan para terdakwa, menyatakan dakwaan JPU tidak dapat diterima atau batal demi hukum, membebaskan para terdakwa dari tahanan, serta membebankan biaya perkara kepada negara.

Sementara JPU I Dewa Gede Anom Rai dalam dakwaannya menerangkan, para terdakwa ini diduga menyusun silsilah palsu yang menyatakan bahwa I Riyeg atau I Wayan Riyeg merupakan anak dari I Made Gombloh yang menikah secara nyentana dengan perempuan bernama Ni Rumpeng, anak dari I Wayan Selungkih. Pada tanggal 14 Mei 2021, para terdakwa menyusun silsilah keluarga I Riyeg dan memasukkan I Riyeg sebagai anak dari I Made Gombloh. Informasi tersebut kemudian dituangkan kembali dalam surat pernyataan silsilah keluarga pada 11 Mei 2022, dengan menyebut bahwa I Riyeg menikah nyentana dengan Ni Wayan Rumpeng dan memiliki tiga anak; I Wayan Sadra, Ni Made Sepren, dan Ni Bondol.

Menurut JPU, dokumen tersebut bertentangan dengan data silsilah asli yang menyatakan bahwa I Riyeg merupakan anak dari Jro Made Lusuh dan menikah secara purusa (pernikahan biasa) dengan perempuan bernama Dong Pranda. Dari perkawinan itu lahir tiga anak: I Wayan Sadera, Ni Sepren, dan Ni Bondol.

Keabsahan silsilah yang asli dikuatkan dengan dokumen tertanggal 15 November 1985 dan surat keterangan Nomor 30/K.d/X/1979, tertanggal 29 September 1979. Dalam surat dakwaan disebutkan, tindakan para terdakwa membuat kabur atau gelap asal-usul I Riyeg dan keturunannya. (bgn008)25052222

Comments
Loading...
dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!