Sekolah CIS Luncurkan Program Pembelajaran Digital IFP saat Rayakan HUT Ke-13, Diapresiasi Ketua BK DPRD Putu Parwata
Mangupura, Baliglobalnews
Sekolah CIS (Cerdas Insan Sejahtera) Bali merayakan HUT (hari ulang tahun) ke-13 pada Kamis (30/4/2026). Ada yang istimewa pada HUT kali ini, dimana perayaan HUT diawali dengan Sekolah CIS meluncurkan program Pembelajaran Digital IFP (Interactive Flat Panel), yakni perangkat layar sentuh modern yang menggabungkan fungsi monitor proyektor papan tulis dan komputer.
Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Disdikpora Badung Rai Twistyanti Raharja didampingi Pembina Sekolah CIS yang juga Ketua BK (Badan Kehormatan) DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata dengan memotong pita janur di Sekolah CIS, Jl. Bhineka Nusa Kangin, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Usai perayaan HUT, Parwata yang juga pemilik Yayasan Cerdas Sehat Sejahtera yang menaungi Sekolah CIS Bali sangat mengapresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru, peran masyarakat, khususnya seluruh masyarakat yang ada di Dalung Permai, Desa Dalung, Kuta Utara. “Karena Sekolah CIS berada di Dalung Permai, tentu dukungan-dukungan dari lingkungan sangat kami harapkan dan selama tiga belas tahun masyarakat telah memberikan dukungannya kepada Sekolah CIS, sehingga bisa terus berkembang dalam dunia pendidikan,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Parwata menyampaikan pihaknya selalu bekerja sama dengan baik bersama pemerintah. “Ada beberapa regulasi yang memang harus kita diskusikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Badung. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih atas support dari pemerintah yang luar biasa. Sebagai tanggung jawab moral kami di Badung, melalui CIS ini kami membangun sistem pendidikan yang berbasis digital. Jadi anak-anak didik kita sekarang tidak ada yang tidak menggunakan digital. Mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP, kami berbasis digital,” katanya.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang membangun dan merancang server untuk digunakan dalam komunikasi proses belajar-mengajar dengan menggunakan bilingual. “Sekarang ini sudah dilakukan mulai Senin sampai Kamis kami menggunakan bahasa Inggris, satu hari menggunakan bahasa daerah, dan bahasa Indonesia. Kami juga membuka ruang supaya komunikasi ini selalu praktis English, karena ke depan anak-anak kita akan berhadapan dengan dunia global. Dengan demikian, kami sekarang sedang merancang server untuk tambahan bahasa atau bahasa selain bahasa Inggris, yaitu bahasa Korea dan Bahasa Cina,” katanya.
Dia menyebutkan pembuatan server agar penutur asli bahasa Korea dan Cina bisa langsung berinteraksi. “Dengan server yang kita miliki maka anak-anak bisa belajar di kelas berbahasa Inggris, Cina dan berbahasa Korea. Dengan demikian, anak-anak kita ini tidak akan tanggung dan canggung keluar negeri, karena dia bisa berbahasa Inggris, berbahasa Korea dan Cina. Ini yang akan kami berikan dalam usia tiga belas tahun ini adalah pondasi yang kuat untuk berkembang terus. Ini tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, baik proses pembelajaran maupun proses digital yang sedang kami kembangkan. Kami berharap Sekolah CIS Bali ini akan bisa memberikan kontribusi positif kepada seluruh masyarakat dan anak-anak kita yang ada di Badung khususnya,” katanya.
Pemilihan Bahasa Korea dan Cina, kata dia, karena Cina ada di mana-mana dan kegemaran anak-anak sekarang menggunakan bahasa Korea dan banyak anak-anak yang kuliah di Korea.
Parwata juga menyebutkan Sekolah CIS Bali satu-satunya sekolah di Bali yang memiliki klinik di satu halaman sekolah. “Jadi, anak-anak dicek kesehatannya, termasuk kesehatan gigi secara regular,” katanya seraya menambahkan hingga saat ini Sekolah CIS Bali memiliki 700 siswa. Dengan berbagai fasilitas yang telah disiapkan, pihaknya menargetkan 1.000 siswa pada ajaran tahun depan. (bgn003)26043001