Media Informasi Masyarakat

Satreskrim Polres Badung Ungkap Kasus Korupsi Desa Adat Ambengan

Badung, Baliglobalnews

Satreskrim Polres Badung berhasil mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh tersangka ANK (47), asal Banjar Ambengan Desa Ayunan beberapa pekan lalu. ANK yang notabene Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal diduga melakukan tindak pidana sehingga LPD Desa Adat Ambengan rugi Rp 1.954.769.383,20.

Menurut Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, seizin Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, mengatakan pemanggilan terhadap tersangka bermula adanya laporan masyarakat, karena tidak bisa menarik uang pribadinya di LPD Desa Adat Ambengan pada 24 Januari 2019. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Unit 3 Tipidkor Polres Badung berdasarkan surat perintah tugas nomor sprin GAS/69/I/RES.3.4/2019/RESKRIM pada tanggal 28 Januari 2019 menyelidiki dan mengumpulkan barang bukti hingga melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan koordinasi dengan stakeholders terkait.

“Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan tim mendapatkan fakta bahwa memang benar dana nasabah yang disimpan di LPD Desa Adat Ambengan tidak bisa ditarik dan dana kas LPD Desa Adat Ambengan tidak ada atau dana kas kosong. Dan diduga kuat adanya peristiwa pidana pada pengelolaan dana LPD Desa Adat Ambengan,” kata Prabawa.

Untuk mengetahui kerugian pada pengelolaan dana LPD dan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara pada tanggal 18 februari 2019 dimohonkan audit keruangan negara pada akuntan publik kap. Gunarsa. Kemudian pada tanggal 26 Maret 2019 dilakukan gelar perkara dan disimpulkan bahwa proses penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan sesuai dengan surat perintah penyidikan.

“Dapat disimpulkan adanya penyalahgunaan dana LPD Desa Adat Ambengan Desa Ayunan Kecamatan Abiansemal Badung yang dilakukan oleh ketua/kepala LPD Desa Adat Ambengan Desa Ayunan bersama- sama almarhum berinisial NWR selaku kasir/bendahara LPD Desa Adat Ambengan Rp 1.954.769.383,20,” katanya

Dari fakta dan bukti yang dikumpulkan, kata dia, kemudian dilakukan gelar perkara pada tanggal 6 oktober 2021 dan menetapkan Kepala LPD Desa Adat Ambengan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dia menyebutkan modus operandinya adalah melakukan pelunasan utang atas pinjaman pribadi pengurus LPD Desa Adat Ambengan di lembaga keuangan lain dengan membebankan keuangan LPD Desa Adat Ambengan, menggunakan dana kas LPD Desa Adat Ambengan, menerima dana simpanan berjangka (deposito) nasabah, namun tidak disetor ke kas LPD Desa Adat Ambengan. Uang pelunasan atas pinjaman dan bunga pinjaman yang diberikan oleh nasabah tidak disetor ke kas LPD Desa Adat Ambengan serta membuat laporan laba LPD Desa Adat Ambengan semu dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan seolah-olah keuangan LPD Desa Adat Ambengan sehat.

“Motifnya untuk mendapatkan keuntungan yang digunakan keperluan pribadi,” katanya. (bgn003)22092323

Comments
Loading...