Media Informasi Masyarakat

Residivis Kasus Narkoba Dua Kali, MS Kembali Ditangkap Satuan Narkoba Polres Bangli

Bangli, Baliglobalnews

Diduga mengambil paketan Narkotika pelaku MS ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli di Jalan Merdeka, Desa Taman Bali pada hari selasa (21/7) lalu. Setelah di interogasi pelaku mengaku mengambil paket barang tersebut di jalan merdeka .

Pelaku MS ditangkap dengan barang bukti berupa dua linting yang diduga Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman jenis ganja dengan berat masing-masing 1,18 gram bruto atau 0,58 gram netto dan 1,15 gram bruto atau 0,55 gram netto, dua lembar sobekan kertas rokok bekas lintingan ganja.

Selain itu setelah dilakukan penggeledahan polisi juga mendapatkan barang bukti berupa satu buah plastik klip bening yang berisi serbuk kristal yang diduga Narkotika golongan I jenis shabu dengan berat 0,61 gram bruto atau seberat 0,50 gram netto, yang disimpan di saku celana tersangka.

Sedangkan narkotika jenis ganja di dapatkan di denpasar tiga hari yg lalu yg di simpan di dalam tas selempang.

Kasat narkoba Iptu I Nyoman Sudarma, SH.,MH menuturkan pelaku ditangkap saat akan mengambil paketan tersebut di jalan merdeka Desa Taman Bali, pelaku juga merupakan residivis kasus yang sama dan pernah mendekam di lapastik Buungan Susut Bangli.

“Pelaku pernah ditangkap di Denpasar dan dijatuhi hukuman 4 tahun setelah mendekam di penjara tersangka kembali melakukan perbuatan yang sama dan disidangkan lagi dan dijatuhi hukuman 5 tahun lagi sehingga tersangka menjalani hukumannya selama 9 tahun dan baru keluar pada tahun 2018 lalu,”ujarnya.

Kasat Narkoba juga mengatakan pelaku mendapat barang haram tersebut dari seseorang yang juga berinisial MS di lapas Kerobokan dan sedang dilakukan pengembangan.

“Untuk pelaku kami sangkakan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak delapan miliar rupiah dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun dan denda paling banyak delapan miliar rupiah,”tandasnya(bgn/plrs)20072405

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

- Advertisement -

Comments
Loading...