Media Informasi Masyarakat

Polresta Denpasar Ungkap Bandar Ganja 30 Kg Jaringan Sumatera-Bali

Denpasar, Baliglobalnews

Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Denpasar, Polda Bali berhasil mengungkap dua kasus peredaran gelap narkoba, dimana kasus pertama berhasil menyita 30kg ganja siap edar yang dimiliki bandar lintas pulau bernama Suhadi Dan Rio.

“Dari tangan medua tersangka, petugas mendapati barang bukti 30kg ganja, hasis 488 gram, sabu 45 gram, 23 ekstasi coklat, 2,43 gram pecahan ekstasi dan uang tunai hasil penjualan Rp227 juta,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, di Polresta Denpasar, Bali, Jumat (5/3/2021).

Kedua tersangka ditangkap pada Kamis (4 Maret 2021) Pukul 11.30 wita, dengan barang bukti narkoba yang petugas dari tangan tersangka di TKP Jalan Pulau singkep Desa Pedungan Denpasar Selatan, Jalan Gunung Athena Padangsambian Denpasar Barat san Jalan Pulau Belitung Denpasar Selatan.

Dijelaskan Jansen, modus kedua tersangka menyimpan dan jual beli narkoba untuk jenis ganja yang didapat dari Aceh atau Sumatera.

“Kedua pelaku diketahui merupakan jaringan narkoba antar Provinsi Sumatera, Jawa dan Bali, dimana peran Suhadi sebagai bandar narkoba dan Rio sebagai kurir,” ucap Jansen.

Penangkapan keduanya berkat hasil penyelidikan Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar akan ada transaksi narkoba di seputaran jalan Pulau Singkep Denpasar Selatan. Kemudian pada hari Kamis, 4 Maret 2021, Jam 11.30 wita petugas melihat tersangka dengan gerak gerik mencurigakan di TKP.

Selanjutnya petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan Rio ditemukan barang bukti di TKP 1 sebanyak 5 paket besar ganja. Kemudian, petugas melakukan penggeledahan di TKP 2 kamar kos tersangka menemukan barang bukti 2 paket besar ganja. Dari hasil pengembangan tersangka Rio petugas melakukan penangkapan Suhadi.

Lanjut dilakukan penggeledahan di kamar tersangka ditemukan 94 paket ganja, hasis berat bersih 488 gram, Sabu berat bersih 45 gram, Extacy. Menurut keterangan tersangka barang bukti tersebut tersebut adalah milik seseorang dalam proses lidik, tersangka menerangkan mendapatkan barang tersebut dari seseorang, tersangka berperan sebagai bandar narkoba

“Kami akan kembangkan kasus ini apakah ada jaringan lainnya, karena tidak menutup kemungkinan pelaku lainnya. Untuk tersangka Suhadi menjadi bandar lintas provinsi sejak 2018 dan dia juga sindikat peredaran gelap narkoba,” ucap Jansen.

Untul temannya Rio ini sudah 5 kali melakukan penempelan narkoba yang dipesan pembeli, dimana tersangka juga bagian sindikat lintas provinsi.

Untuk kasus kedua, polisi menangkap tersangka Yudi di Jalan Tangkuban Perahu dengan barang bukti 17 paket sabu dengan berat 201 gram.

Diterangkan Jansen, modus Yudi menyimpan barang haram ini di bawah tempat tidurnya, dimana tersangka juga bagian sindikat narkoba. Diterangka Jansen, awal penggeledahan tersangka tidak ditemukab barang bukti, namun saat diperiksa kamar kosnya temukan 17 paket narkoba.

Tersangka Yudi diketahui menjadi pengedar sejak tahun 2019 dan 7 kali menempel narkoba saat dijual di denpasar. “Yudi ini resedivis kasus pencurian,” kata Jansen.

Ditambahkan Jansen, ketiga tersangka kami jerat Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman maksimal 20 tahun denda maksimal Rp8 miliar

“Berkat keberhasilan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkotika sebanyak 100.000 jiwa,” tutup Jansen.(BGN008)21030523

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

- Advertisement -

Comments
Loading...