Media Informasi Masyarakat

Pilkada di Tengah Pandemi, Anggota Komisi II DPRD Badung, Inda Trimafo, Ajak Masyarakat Kompak

Mangupura, Baliglobalnews

Anggota Komisi II DPRD Badung, IGA Agung Inda Trimafo Yudha, menilai masyarakat sudah mulai melihat bahwa pandemi Covid-19 adalah hal yang serius. Terlebih-lebih saat ini di Bali dan Badung khususnya ada hajatan pilkada.

”Sebelumnya kan masih ada yang menganggap enteng, biasa aja. Tetapi kita tidak boleh panik. Kuncinya, tetap tidak panik, tetapi kita harus waspada. Satu cara kita menyelamatkan diri adalah dengan menjaga kesehatan masing-masing. Itu cukup membantu pemerintah,” katanya ketika ditemui di Pod Chocolate, Sanur, sebelum berangkat kunjungan kerja ke Yogyakarta, Senin (28/9).

Ketua DPD PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali itu mengajak warga masyarakat untuk kompak menghadapi Covid-19 dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Gek In – sapaan akrabnya – mencontoh Gubernur New York, di mana sebelumnya New York menjadi klaster Covid yang sangat dahsyat, sangat besar jumlahnya. Tetapi masyarakat dan pemerintah kompak, sehingga berhasil menekan pandemi itu sampai minimum. Dengan demikian, otomatis ekonomi kembali menggeliat.

”Saya melihat korelasinya dengan Bali, khususnya Badung. Kita bisa petik nilai-nilai positif, kita bisa belajar dari melihat apa yang terjadi di tempat lain, di negara lain, Kita harus belajar dari negara-negara yang sukses menekan pandemi,” katanya.

Contoh lain, kata dia, di Cina, Wuhan, tempat klaster pertama. Mereka sekarang sudah mulai seperti biasa, dunia malam sudah hidup. Itu karena mereka kompak, serentak, sehingga putuslah mata rantai Covid-19 itu.

”Di New York pun begitu, gubernurnya bersama para ahli mengimbau dan memprioritaskan untuk melakukan pengecekan serentak. Atau paling tidak memakai masker. Tidak diperkenankan tidak memakai masker, Itu hal yang sangat efektif. Droplet itu yang membuat kita sakit. Kalau dulu pahlawan kita, pejuang kita, angkat bambu runcing sebagai senjata untuk perang, tetapi kita sekarang untuk jadi hero gampang, pakai masker aja, jaga kesehatan, sudah jadi pahlawan. Kalau masyarakat sudah banyak mulai sehat, kelanjutannya adalah ekonomi bisa mulai dibuka pelan-pelan,” katanya.

Pilkada di Badung dengan calon tunggal, dinilainya sebagai hal yang terbaik. Dia menegaskan calon tunggal bukan berarti demokrasi tidak jalan. ”Saya rasa para calon juga menyambut baik dukungan dari partai-partai lain, karena selain perhitungan politik, itu para elite yang punya keputusan ya, saya melihat secara teknis itu adalah yang paling bijaksana di tengah pandemi Covid-19 ini. Bayangin, berapa efisiensi yang bisa dilakukan dalam pilkada ini, baik dari masing-masing calon juga masing-masing partisipannya, kadernya. Otomatis kita hanya fokus pada edukasi untuk memilih dan datang ke TPS untuk memilih calon yang memang ada. Tidak hanya gambar kosong,” katanya.

Pertimbangannya, pasangan calon Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa, terbukti satu-satunya calon yang tiga perempat perjalanan sudah menang. ”Beliau incumbent, sudah ada bukti di tengah pandemi ini. Kalau memang ada kekecewaan, tetapi kondisi dunia sama,” katanya.

Trimafo meminta warga masyarakat jangan menganggap ini menjadi sepenuhnya kesalahan pemerintah, karena tidak ada orang yang pernah mendapat training menghadapi Covid-19, karena covid ini baru. Tidak ada terorinya bagaimana mengatasi masalah pandemi ini, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Semua pimpinan suatau negara, daerah melakukan trial, ada yang berhasil ada yang error.

”Tetapi apa pun itu, saya rasa tidak ada yang seratus persen terbebaskan. Sekarang tinggal strategi masing-masing.

Saya mengajak masyarakat untuk menjalankan hak dan kewajibannya nanti, pada 9 Desember untuk memilih datang ke TPS mengawal pilkada ini agar damai dan ikuti protokol kesehatan. Jangan pernah menggangap demokrasi ini tidak jalan karena ada calon tunggal. Karena itu justru kesadaran para pemimpin partai dan pasangan calon yang maju ini menyadari dengan adanya Covid ini kita harus cepat bekerja, fokus, efisien, dan menjaga protokol kesehatannya agar cepat berjalan,” tandasnya. (bgn122)20093001

Comments
Loading...