Percasi Tabanan Jaring Bibit Unggul Lewat Open Tournament
Tabanan, Baliglobalnews
Cabang olahraga catur di Kabupaten Tabanan kembali menggeliat setelah vakum hampir sepuluh tahun dari gelaran turnamen terbuka. Kali ini Percasi Tabanan menyelenggarakan Turnamen Catur Terbuka se-Bali Tabanan 2026 di GOR Debes, Kecamatan Tabanan, pada Minggu (8/2/2026).
Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi keberanian Percasi Tabanan untuk kembali menjadi tuan rumah dalam event resmi berskala besar. “Ini adalah kejuaraan catur open pertama yang dilaksanakan di GOR Debes ini sejak hampir 10 tahun terakhir untuk tingkat SD, SMP, SMA, hingga Umum. Kami ingin memberikan kesempatan kepada Percasi Tabanan untuk berani menjadi tuan rumah event resmi tingkat Bali,” ujarnya.

Nurbawa menekankan bahwa catur bukan sekadar adu taktik di atas papan, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda. “Catur mengajarkan kita untuk berpikir beberapa langkah ke depan sebelum mengambil keputusan. Inilah esensi yang ingin kita tanamkan pada atlet-atlet junior kita di Tabanan agar memiliki kedewasaan dalam bertindak,” katanya.

Ketua Percasi Tabanan Darsana Matratanaya mengungkapkan bahwa total ada 200 peserta yang mendaftar hingga pendaftaran ditutup. Menariknya, turnamen ini tidak hanya diikuti oleh pecatur dari seluruh kabupaten/kota di Bali, tetapi juga merambah ke kancah internasional. “Semua kabupaten/kota di Bali hadir. Bahkan ada juga peserta dari luar Bali dan empat orang peserta dari Rusia yang ikut bertanding. Ini menunjukkan minat yang luar biasa terhadap turnamen ini,” ujarnya.
Dia merinci peserta asal Tabanan mendominasi 30 persen, disusul Denpasar 20 persen, Badung 17 persen, dan sisanya tersebar dari berbagai daerah lain.
Darsana menyebutkan turnamen ini menggunakan sistem catur cepat 15 menit dengan increment 5 detik yang berlangsung selama tujuh babak. Selain sebagai ajang prestasi, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Bali Tahun 2026. “Tujuannya adalah penggalian talenta yang mumpuni dan berani. Kami ingin adik-adik junior ini terbiasa bertanding dengan berbagai macam tipe lawan dari berbagai daerah sehingga jam terbang mereka bertambah,” katanya.
Dia menyampaikan selain memperebutkan peringkat 1 sampai 6 di setiap kategori, panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi Best Woman. Langkah ini diambil karena partisipasi pecatur wanita saat ini baru menyentuh angka 17 persen.
Bagi atlet asal Tabanan yang berhasil menunjukkan performa gemilang, Percasi Tabanan telah menyiapkan program lanjutan. “Khusus untuk atlet Tabanan, kita akan berikan diklat untuk masuk ke tim Porjar kita. Untuk kabupaten lain, kami akan berikan rekomendasi kepada pengurus daerahnya masing-masing,” pungkasnya. (bgn020)26020818




