Pengurus FPRB Kota Denpasar Dikukuhkan, Siap Bangun Sinergi Hadapi Bencana
Denpasar, Baliglobalnews
Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, mengulihkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Denpasar dalam apel kesiapsiagaan di areal DAM Peraupan, Denpasar Utara, pada Jumat (26/11).
FPRB merupakan organisasi dengan leading sektor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar yang terdiri atas lintas komunitas di Kota Denpasar serta unsur masyarakat lainnya. Pengurus FPRB Kota Denpasar dilantik langsung Ketua Made Mudra, Ketua Harian I Gusti Agung Putera Dhyana serta seluruh anggota.
Kegiatan disertai penanaman pohon serta penyerahan bantuan hand sanityzer dan masker kepada anggota komunitas.
IB Joni Ariwibawa dalam sambutannya mengatakan peran penting terbentuknya FPRB Kota Denpasar dalam meningkatkan ketangguhan dalam menanggulangi risiko bencana yang tak terprediksi baik berncana alam maupun bencana sosial yang disebabkan oleh kelalaian manusia.
“Semuanya harus disinergikan oleh seluruh pihak terkait. Setiap tanggal 26 Nopember diperingati sebagai hari Simulasi Bencana Provinsi Bali dimana disetiap tanggal 26 melaksanakan kegiatan terkait pelatihan penanggulangan bencana. FPRB Kota Denpasar menjadi satu satunya forum di Bali yang berkonsentrasi terdhadap isu kesadaran kesiapsiagaan bencana ini,” katanya.
Sementara Ketua Harian FPRB Kota Denpasar,I Gusti Agung Putera Dhyana dalam sambutannya mengatakan Apel kesiapsiagaan yang dilaksnakan hari ini bertujuan meningatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan membangun partisipasi semua pihak.
“Perlu satu wadah menyatukan pemangku kepentingan dalam mendukung upaya pengurangan resiko bencana. Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Denpasar merupakan amanalah dari undang undang No 24 Tahun 2007 tentang Pennaggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. FPRB Kota Denpasar diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Denpasar dalam pengurangan resiko bencana melalui pemikiran ilmiah, sosialisasi, edukasi dan mitigasi pengurangan bencana,” ujarnya. (bgn003)21112615