Pencarian Lansia Hilang di Gunung Batukaru Terkendala Cuaca, Tim Gabungan Perluas Area Penyisiran
Singasana, BaliglobalnewsMemasuki hari kedua pencarian, keberadaan Made Dibia (84), warga asal Banjar Dinas Sigaran, Desa Jegu, yang hilang di Gunung Batukaru, masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari puluhan personel terpaksa menghentikan sementara pencarian pada Minggu (26/4/2026) sore akibat cuaca ekstrem di area pegunungan.
Kasi Humas Polres Tabanan AKP Gusti Made Berata membenarkan bahwa operasi pencarian telah melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur. “Berdasarkan laporan dari Polsek Selemadeg, sebanyak 32 personel gabungan dari Brimob Mengwi, Basarnas, BPBD Tabanan, Polsek Selemadeg, hingga relawan rescue telah dikerahkan ke lokasi untuk menyisir area Pura Jatiluwih dan sekitarnya,” ujarnya ketika dimintai konfirmasi pada Senin (27/4/2026)
AKP Berata menyampaikan dalam laporan tersebut operasi yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita, hari Minggu tersebut dibagi menjadi beberapa tim. Tim Basarnas dan Brimob bergerak melakukan penyisiran ke arah timur, sementara tim relawan menyisir ke arah barat dari titik terakhir korban terlihat. Namun, kondisi alam di Gunung Batukaru menjadi hambatan utama bagi petugas. “Pencarian sempat dihentikan pada pukul 15.30 Wita, karena cuaca di lokasi tidak mendukung dan kondisi mulai gelap. Atas persetujuan pihak keluarga, tim ditarik kembali ke posko di Pura Jatiluwih demi keselamatan personel,” katanya.Hingga laporan terakhir diterima, kata dia, hasil pencarian terhadap Made Dibia masih dinyatakan nihil. Petugas belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban lansia yang terpisah dari rombongannya sejak Sabtu sore tersebut.Sesuai rencana operasi, pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (27/4/2026) dan dimulai pukul 08.00 Wita dengan fokus pada koordinat yang lebih luas.
“Hari ini tim kembali bergerak. Kami berharap kondisi cuaca lebih bersahabat sehingga penyisiran bisa dilakukan secara maksimal untuk segera menemukan korban,” katanya. (bgn020) 26042706