Pemkab Badung Bangun Museum Perdamaian Bali di Legian, DPRD Memandang Penting Filosofi dan Sejarah
Mangupura, Baliglobalnews
Pemerintah Kabupaten Badung akan berencana membangun Museum Perdamaian Bali di Jl. Legian, Kuta. Untuk itu, Pemkab Badung bersama DPRD mulai mematangkan rencana pembangunan tersebut dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Ketua Komisi II DPRD I Made Sada dan Anggota DPRD Wayan Puspa Negara di Ruang Rapim Sekretariat DPRD Badung pada Rabu (3/12/2025).
Ketua DPRD Anom Gumanti menyatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal penyusunan konsep museum yang ditargetkan menjadi ikon edukasi dan ruang refleksi nilai-nilai perdamaian di Bali. Dia menekankan pentingnya konsep museum yang bukan sekadar megah secara fisik, tetapi juga kuat secara filosofi dan sejarah. “Museum Perdamaian Bali harus memiliki narasi yang kuat, bahwa Bali adalah ruang harmoni, tempat kita belajar dari masa lalu untuk menjaga masa depan,” kata Anom Gumanti kepada sejumlah wartawan pada Kamis (4/12/2025).

Made Sada dan Puspa Negara juga menyoroti detail perencanaan agar museum yang dibangun benar-benar relefan dan memiliki nilai manfaat baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Made Sada menekankan bahwa desain museum harus mencerminkan semangat perdamaian dan kearifan lokal. “Jangan hanya bagus secara arsitektur, tapi juga bermakna,” katanya.
Konsep desain dipaparkan oleh Tim Konsultan Perencanaan Dinas PUPR Badung mulai dari struktur bangunan, konsep ruang, hingga penguatan nilai budaya Bali yang menjadi roh pembangunan museum tersebut.
Sementara Plt. Asisten I Wayan Wijana menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses pembangunan museum dengan baik. “Kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan transparan, terukur, dan saling bersinergi antar-OPD,” ujarnya.
Dia menyampaikan Pemkab Badung menargetkan Museum Perdamaian Bali menjadi destinasi budaya baru di kawasan Kuta, menambah daya tarik dan nilai kawasan sebagai destinasi wisata dunia.
Hadir juga dalam rapat tersebut jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Dinas Kebudayaan, PUPR, Bappeda, BPKAD, Bagian Tata Pemerintahan, hingga Camat dan Lurah Kuta. (bgn003)25120407




